Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Viral di Media Sosial, Gandrung Sewu 2026 Bikin 200 Penari Luar Daerah Berebut Ikut
Advertisement . Scroll to see content

Gandrung Sewu 2026 Dongkrak Okupansi Hotel Banyuwangi, Wisatawan Prancis dan Belanda Ikut Menonton

Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:26 WIB
  • author Siswanto
Gandrung Sewu 2026 Dongkrak Okupansi Hotel Banyuwangi, Wisatawan Prancis dan Belanda Ikut Menonton
Gandrung Sewu 2026 di Pantai Boom Banyuwangi menarik wisatawan domestik dan Eropa. Sejumlah hotel penuh, bahkan terpaksa menolak reservasi. Foto iNewsSurabaya.id/siswanto

BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Pertunjukan kolosal Gandrung Sewu 2026 di Pantai Boom Banyuwangi, Sabtu (24/10/2026) malam, tak hanya menyedot perhatian ribuan penonton. Konsep Glow in the Dark yang menghadirkan tarian bercahaya juga berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan hingga membuat sejumlah hotel dan homestay kehabisan kamar.

Wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan sejumlah negara Eropa, datang ke Banyuwangi untuk menyaksikan langsung pertunjukan yang melibatkan ribuan penari tersebut. Lonjakan kunjungan mulai terasa beberapa hari sebelum acara berlangsung dan berlanjut hingga akhir pekan.

Dampak itu terlihat dari tingkat hunian penginapan yang meningkat. Sejumlah hotel mencatat seluruh kamar telah dipesan, sementara penginapan lainnya melaporkan tingkat okupansi mendekati penuh.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, kegiatan pariwisata berskala besar diharapkan memberikan dampak ekonomi yang dapat dirasakan berbagai lapisan masyarakat.

“Inilah yang kami harapkan dari setiap event yang digelar di Banyuwangi. Semua sektor, mulai masyarakat hingga pelaku usaha, dari pedagang asongan hingga penginapan serta sektor lainnya ikut mendapat manfaatnya,” kata Ipuk.


Gandrung Sewu 2026 di Pantai Boom Banyuwangi menarik wisatawan domestik dan Eropa. Sejumlah hotel penuh, bahkan terpaksa menolak reservasi. Foto iNewsSurabaya.id/siswanto

Gandrung Sewu merupakan pertunjukan seni budaya yang menjadi bagian dari identitas Banyuwangi. Ribuan penari tampil bersama dalam sebuah panggung kolosal yang mengangkat kesenian Gandrung, salah satu warisan budaya masyarakat setempat.

Pada penyelenggaraan 2026, pertunjukan ini menghadirkan perubahan konsep dengan memindahkan waktu pementasan dari siang ke malam hari. Para penari menggunakan instrumen khusus yang menghasilkan efek cahaya berwarna-warni, menciptakan visual berbeda ketika gerakan tari berpadu dengan pencahayaan di area pertunjukan.

Konsep Glow in the Dark tersebut memberikan pengalaman visual baru tanpa meninggalkan unsur utama tarian tradisional. Penyelenggaraan tahun ini turut didukung InJourney, holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata.

Perubahan konsep itu menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang ingin menyaksikan perpaduan kesenian tradisional dengan tata pertunjukan modern.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut