Warga Binaan Lapas Arjasa Belajar Bertani Modern, Melon Golden Jadi Andalan, Begini Tekniknya
SUMENEP, iNewsSurabaya.id – Upaya mendukung swasembada pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan produktif terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Arjasa, Sumenep. Kali ini, petugas bersama warga binaan menanam benih melon golden di fasilitas greenhouse sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian.
Kegiatan tersebut tidak sekadar berfokus pada budidaya tanaman, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk mengenal proses pertanian modern. Melalui praktik langsung, mereka dilibatkan dalam setiap tahapan penanaman hingga perawatan tanaman dengan harapan keterampilan tersebut dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Sebelum benih melon ditanam, petugas dan warga binaan terlebih dahulu menyiapkan area greenhouse. Persiapan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan membersihkan sisa-sisa tanaman dari periode panen sebelumnya.
Pembersihan tersebut dilakukan tiga hari sebelum penanaman. Setelah area dinyatakan siap, kegiatan dilanjutkan dengan menggemburkan tanah dan menata media tanam ke dalam polybag. Seluruh tahapan dikerjakan bersama-sama untuk memastikan media tanam siap digunakan.
Setelah persiapan selesai, benih melon golden mulai ditanam. Keterlibatan warga binaan dalam proses tersebut memberikan kesempatan untuk mempelajari praktik budidaya hortikultura, mulai dari pengelolaan media tanam hingga persiapan awal pertumbuhan tanaman.
Kepala Lapas Kelas III Arjasa, Sumenep, Ristanto Rachmad Hidayat, mengatakan kegiatan pertanian menjadi salah satu bagian penting dalam pembinaan warga binaan. Menurut dia, program tersebut perlu diarahkan agar memberikan manfaat nyata, terutama dalam membangun keterampilan yang dapat digunakan untuk menjalani kehidupan setelah bebas.
“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi semangat para petugas serta warga binaan dalam mengelola greenhouse ini. Kegiatan tanam melon golden ini bukan sekadar aktivitas bercocok tanam biasa, melainkan bagian penting dari program pembinaan kemandirian,” ujar Ristanto.
Editor: Arif Ardliyanto