Panen Melon di Balik Jeruji, Lapas Banyuwangi Buktikan Lahan Sempit Bisa Produktif
BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Siapa sangka, area sempit di antara tembok pengamanan penjara bisa berubah menjadi kebun melon yang subur. Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banyuwangi, keterbatasan lahan justru melahirkan inovasi yang tak biasa: brandgang atau jalur pengamanan disulap menjadi lahan hortikultura produktif.
Beberapa hari terakhir, senyum para warga binaan merekah saat buah melon hasil kerja keras mereka dipanen. Buah-buah berkulit hijau itu bukan sekadar hasil pertanian, melainkan simbol harapan dan kesempatan kedua.
Brandgang yang sebelumnya hanya difungsikan sebagai akses kontrol keamanan, kini dipenuhi tanaman melon yang dirawat dengan teknik budidaya modern. Program ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian, sekaligus dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.
Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menegaskan bahwa inovasi tersebut merupakan langkah strategis dalam merespons arahan pemerintah terkait ketahanan pangan.
“Area brandgang ini memang terbatas dan fungsi utamanya untuk pengamanan. Tapi kami melihat ada potensi besar. Kami ingin membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk berkontribusi nyata dalam mendukung swasembada pangan,” ujarnya.
Menurut Wayan, keberhasilan panen melon ini sepenuhnya merupakan hasil dedikasi warga binaan yang mengikuti pelatihan secara intensif, mulai dari teknik tanam, perawatan, hingga pengendalian hama.
Editor : Arif Ardliyanto