Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Modus Penipuan Investasi Titip Qurban, Korban Telan Kerugian Ratusan Juta Rupiah
Advertisement . Scroll to see content

Harga Pangan dan Bensin Mencekik, Inflasi Jatim Oktober 2026 Tembus 3,09 Persen

Senin, 02 November 2026 | 14:33 WIB
  • author Lukman Hakim
Harga Pangan dan Bensin Mencekik, Inflasi Jatim Oktober 2026 Tembus 3,09 Persen
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menggelar pasar murah ke-218 tahun 2026 di Alun-Alun Cemara, Desa Miagan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang.

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kenaikan harga kebutuhan pangan dan biaya transportasi masih menjadi tekanan bagi masyarakat Jawa Timur (Jatim). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Jatim pada Oktober 2026 mencapai 3,09 persen secara tahunan atau year-on-year (y-on-y). Sejumlah komoditas seperti cabai rawit, bensin, beras, daging sapi, hingga angkutan udara menjadi penyumbang kenaikan harga.

Data BPS Provinsi Jatim menunjukkan Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 109,23 pada Oktober 2025 menjadi 112,61 pada Oktober 2026. Sementara itu, inflasi secara bulanan atau month-to-month (m-to-m) tercatat sebesar 0,07 persen. Adapun inflasi sejak awal tahun atau year-to-date (y-to-d) mencapai 2,14 persen.

Plt. Kepala BPS Provinsi Jatim, Ir. Herum Fajarwati, M.M., menyampaikan bahwa perkembangan harga berbagai komoditas pada Oktober 2026 secara umum menunjukkan kenaikan. Kondisi tersebut tercermin dari meningkatnya indeks pada hampir seluruh kelompok pengeluaran.

Kelompok transportasi mencatat inflasi tahunan tertinggi sebesar 4,99 persen. Berikutnya kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,70 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,29 persen.

Kenaikan juga terjadi pada kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 2,77 persen, kesehatan 2,73 persen, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 2,37 persen.

Sementara itu, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami inflasi 1,74 persen. Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya juga naik 1,74 persen, pendidikan 1,42 persen, serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,11 persen. Adapun kelompok pakaian dan alas kaki mengalami kenaikan 0,30 persen.

Dari sisi komoditas, tekanan inflasi tahunan tidak hanya berasal dari satu jenis kebutuhan. Cabai rawit menjadi salah satu penyumbang inflasi, bersama bensin, angkutan udara, daging sapi, beras, emas perhiasan, dan minyak goreng.

Komoditas lain yang turut memberikan andil terhadap inflasi antara lain laptop atau notebook, daging ayam ras, nasi dengan lauk, Sigaret Kretek Mesin (SKM), telepon seluler, tomat, sepeda motor, tahu mentah, air kemasan, biaya akademi atau perguruan tinggi, bakso siap santap, jeruk, serta ikan bandeng.

Daftar tersebut memperlihatkan bahwa kenaikan harga menyentuh berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari bahan pangan, energi, transportasi, hingga pendidikan dan barang elektronik.

Di sisi lain, beberapa komoditas memberikan andil deflasi tahunan, yakni telur ayam ras, bawang merah, kelapa, dan cabai merah. Namun, penurunan harga komoditas tersebut belum menghilangkan tekanan kenaikan harga dari kelompok pengeluaran lainnya.

Tekanan harga pangan juga terlihat dalam perkembangan bulanan Oktober 2026. Cabai merah, cabai rawit, tomat, labu siam atau jipang, serta ikan bandeng menjadi komoditas yang dominan memberikan andil inflasi bulanan.

Sebaliknya, daging ayam ras, telur ayam ras, angkutan udara, emas perhiasan, dan semangka menjadi komoditas yang memberikan andil deflasi secara bulanan.

Jika dilihat berdasarkan andil kelompok pengeluaran, makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan Jatim pada Oktober 2026, yakni sebesar 1,30 persen.

Kelompok transportasi menyusul dengan andil 0,62 persen, kemudian penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,30 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menyumbang 0,24 persen.

Sementara itu, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan memberikan andil 0,16 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menyumbang 0,12 persen.

Kelompok perlengkapan rumah tangga, kesehatan, serta pendidikan masing-masing memberikan andil 0,10 persen. Adapun kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya menyumbang 0,03 persen, sedangkan pakaian dan alas kaki sebesar 0,02 persen.

Terpisah, untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menggelar pasar murah ke-218 tahun 2026 di Alun-Alun Cemara, Desa Miagan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Sabtu (31/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Jatim menyediakan beras, gula, minyak goreng, cabai, bawang, telur, tepung terigu, hingga daging ayam dengan harga di bawah pasaran.

Khofifah mengatakan pasar murah menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga daya beli.

“Melalui pasar murah, pemerintah ingin memastikan masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Selain itu, meringankan beban pengeluaran rumah tangga sekaligus menjaga daya beli masyarakat,” ujar Khofifah.

 

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut