Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Baru Menit Pertama, Puluhan Pengendara Terjaring Operasi Patuh Semeru 2026 di Sidoarjo
Advertisement . Scroll to see content

Viral Kecelakaan Motor dan Suroboyo Bus di Basuki Rahmat, CCTV Ungkap Fakta Mengejutkan

Selasa, 03 November 2026 | 06:32 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Viral Kecelakaan Motor dan Suroboyo Bus di Basuki Rahmat, CCTV Ungkap Fakta Mengejutkan
CCTV mengungkap kronologi kecelakaan motor dan Suroboyo Bus di Jalan Basuki Rahmat Surabaya. Pengendara terjatuh saat menyalip dari kiri. Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Video kecelakaan yang diduga melibatkan Suroboyo Bus dan pengendara sepeda motor di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, viral di media sosial. Rekaman tersebut memicu beragam spekulasi warganet setelah memperlihatkan kondisi bus dan sepeda motor yang mengalami kerusakan.

Namun, hasil pemeriksaan rekaman kamera pengawas (CCTV) bus mengungkap kronologi berbeda dari dugaan yang beredar. Pengendara sepeda motor ternyata terjatuh saat berusaha mendahului Suroboyo Bus dari sisi kiri.

Kepala UPTD Pengelolaan Transportasi Umum (PTU) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Eni Sugiharti, menjelaskan bahwa insiden bermula ketika pengendara motor mencoba menyalip bus yang sudah menyalakan lampu sein kiri.

Saat melintas di sisi kiri bus, pengendara tersebut melewati bagian jalan yang mengalami cekungan pada penutup saluran air. Kondisi itu membuat sepeda motor tergelincir hingga pengendaranya terjatuh.

Sepeda motor yang masih bergerak setelah pengendaranya terjatuh kemudian kehilangan kendali dan terseret hingga masuk ke area ban belakang Suroboyo Bus.

"Jadi dia (pengendara roda dua) jatuh sendiri terus unitnya (sepeda motor) masih jalan hilang kendali terseret hingga mengenai bannya Suroboyo Bus. Bus itu sudah sein kiri, terus dia menyalipnya di sisi kiri, ada cekungan, kena lah dia," jelas Eni

Setelah kejadian tersebut, Dishub Surabaya bersama kepolisian melakukan mediasi dengan pengendara sepeda motor. Dalam proses tersebut, kedua pihak diperlihatkan rekaman CCTV untuk mengetahui secara jelas bagaimana kecelakaan berlangsung.

Eni menyebut hasil pemeriksaan fisik kendaraan juga tidak menemukan bekas goresan maupun benturan pada bagian bodi Suroboyo Bus. Temuan tersebut diperkuat dengan rekaman kamera pengawas yang memperlihatkan posisi kendaraan saat insiden terjadi.

"Sudah klir, karena saat dilakukan pemeriksaan terhadap unit (Suroboyo Bus) itu tidak ada bekas goresan maupun benturan terhadap unit kami. Dibukalah CCTV dan memang keadaannya seperti itu," kata Eni.

Meski demikian, Dishub tetap melakukan evaluasi terhadap kejadian tersebut, termasuk memeriksa kinerja kru Suroboyo Bus untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran prosedur operasional standar (SOP).

Menurut Eni, pemberian sanksi kepada kru harus didasarkan pada hasil pemeriksaan dan fakta di lapangan. Jika terbukti melakukan kelalaian atau tidak menjalankan SOP, sanksi akan diberikan sesuai ketentuan.

"Apapun yang terjadi kita evaluasi, apakah ada sanksi untuk crew-nya? Ya kita lihat dulu, ini kesalahan ada pada siapa. Kalau dia tidak mematuhi aturan yang ada, tidak sesuai SOP maka kita sanksi. Tapi kalau ini bukan kesalahan pada pengemudi, ya kami tidak boleh memberi sanksi kepada pengemudi yang tidak bersalah," terangnya.

Selain mengevaluasi operasional bus, Dishub Surabaya juga menindaklanjuti kondisi infrastruktur jalan yang diduga menjadi salah satu faktor pemicu kecelakaan.

Eni mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya untuk memperbaiki bagian penutup saluran air yang mengalami cekungan di lokasi kejadian.

Perbaikan dilakukan untuk mencegah pengendara lain mengalami kecelakaan serupa, terlebih lokasi tersebut berdekatan dengan halte Suroboyo Bus yang memiliki aktivitas lalu lintas cukup tinggi.

Eni mengingatkan kondisi jalan yang tidak rata dapat membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara yang melaju dengan kecepatan tinggi atau berpindah jalur secara zig-zag.

"Karena kebetulan lokasi itu berdekatan dengan halte, kalau ada orang yang agak ngebut atau mengemudi zig-zag terus kena kan bahaya. Bukan hanya berdampak pada operasional Suroboyo Bus akan tetapi juga pengendara-pengendara lain yang menggunakan akses jalan tersebut," pungkasnya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut