Event Lari di Surabaya Ini Jadi Ajang Suarakan Kepedulian Lingkungan di Tengah Dampak Karhutla
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penurunan kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia menjadi perhatian penyelenggara BCA CitraLand Marathon 2026.
Melalui ajang lari yang akan digelar pada Minggu, 6 Desember 2026, panitia ingin menyuarakan harapan agar masyarakat Indonesia kembali dapat menikmati udara bersih dan lingkungan yang sehat.
Pesan tersebut diangkat melalui desain jersey peserta yang didominasi warna hijau mint. Warna ini tidak sekadar memberikan kesan segar, tetapi juga menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan di tengah kondisi sejumlah wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.
Ketua Panitia CitraLand Marathon 2026, Yuliarso Christiono, mengatakan pemilihan warna hijau mint terinspirasi dari kesegaran daun mint sekaligus merepresentasikan harapan terhadap kualitas udara yang lebih baik.
“Secara makro, ini adalah sebuah keresahan dan harapan dari kami panitia CitraLand Marathon 2026. Kali ini kita sedang tidak baik-baik saja. Jadi, kita merasa kesegaran ini menjadi harapan kita supaya Indonesia bisa segera segar,” kata Yuliarso, Kamis (5/11/2026).
Menurut dia, kebakaran hutan di sejumlah daerah tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas masyarakat di luar ruang. Kondisi tersebut turut dirasakan para pelari yang membutuhkan udara bersih untuk menjalankan aktivitas olahraga.
“Banyak pelari di tempat lain ataupun di daerah tertentu yang mengalami kebakaran tidak bisa menikmati kesegaran,” ujarnya.
Yuliarso menjelaskan, pesan lingkungan tersebut juga berkaitan dengan perhatian terhadap keberadaan pepohonan dan ruang terbuka hijau di kawasan CitraLand Surabaya. Ruang hijau dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat, termasuk mereka yang gemar berolahraga.
“Secara mikro, kita ingin menekankan bahwa kesegaran ini juga menjadi perhatian kita di CitraLand Surabaya. Kita selalu concern dengan pohon-pohon dan ruang terbuka hijau supaya teman-teman pelari juga merasakan kesegaran,” jelasnya.
Selain warna hijau mint, desain jersey dan medali tahun ini mengadopsi motif sulur yang terinspirasi dari pergerakan angin. Elemen tersebut menggambarkan harapan terhadap udara yang lebih bersih sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga lingkungan.
Yuliarso menyebut udara dan angin merupakan elemen alam yang dapat dinikmati masyarakat secara gratis. Namun, kondisi lingkungan yang terganggu membuat sebagian masyarakat tidak selalu bisa merasakan udara segar dengan nyaman.
“Angin ini satu elemen yang penting. Hari ini kita masih bisa bersyukur merasakan angin dan udara dengan gratis. Mungkin di tempat lain banyak teman-teman pelari atau komunitas olahraga tidak bisa menikmati udara dengan segera,” tuturnya.
BCA CitraLand Marathon 2026 akan mengambil titik start dan finish di Universitas Ciputra (UC), kawasan CitraLand Surabaya. Sebanyak 7.000 pelari ditargetkan mengikuti ajang tahunan tersebut. Antusiasme peserta juga terlihat dari slot pendaftaran yang habis terjual hanya dalam waktu satu minggu.
Race Director BCA CitraLand Marathon 2026, Fredy Teguh, mengatakan penyelenggara menyiapkan sejumlah pembaruan rute untuk memberikan pengalaman berlari yang lebih baik bagi peserta.
Kategori 5K akan menggunakan rute baru yang belum pernah dipakai dalam penyelenggaraan event sebelumnya. Sementara itu, rute 10K, half marathon, dan full marathon secara umum masih mempertahankan jalur tahun lalu dengan sejumlah penyesuaian.
Peserta kategori Full Marathon akan mendapatkan pengalaman melewati Radial Road, salah satu jalan baru di kawasan CitraLand. Adapun rute kategori Ekiden atau lari beregu juga diubah berdasarkan masukan peserta pada penyelenggaraan sebelumnya.
“Untuk kategori Ekiden, rutenya kita ubah. Tahun ini kita buat lebih menarik dan teman-teman yang hobinya lari kencang akan lebih nyaman, tidak terhambat seperti evaluasi dari pengalaman tahun lalu,” kata Fredy.
Melalui penyelenggaraan ini, panitia berharap pesan tentang pentingnya udara bersih dan lingkungan sehat dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Semangat berolahraga diharapkan berjalan seiring dengan kepedulian untuk menjaga lingkungan agar aktivitas luar ruang tetap dapat dinikmati generasi mendatang.
Editor: Arif Ardliyanto