Pemkot Surabaya Sebut Penyelenggaraan Ajang Lari Mampu Dongkrak Ekonomi Sirkular Kota
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyebut tingginya intensitas penyelenggaraan acara lari (event run) di Kota Pahlawan membawa dampak ganda. Selain meningkatkan kesadaran berolahraga, fenomena ini juga efektif menggerakkan roda ekonomi sirkular kota.
Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Pemkot Surabaya, Dedik Irianto, mengungkapkan bahwa Surabaya kini telah menjadi magnet bagi pencinta olahraga lari. Pihaknya mencatat hampir tidak ada bulan yang terlewatkan tanpa adanya agenda perlombaan lari.
"Hampir tiap minggu, pokoknya dalam satu bulan itu pasti ada event run, entah dua atau tiga acara. Dampak pertamanya tentu memicu semangat masyarakat Surabaya untuk lebih giat berolahraga sehingga menjadi semakin sehat," ujar Dedik disela acara Crystalin RunXperience 2026 di Surabaya, Minggu (19/7/2026).
Lebih lanjut, Dedik menjelaskan dampak nyata ekonomi sirkular yang tercipta dari rantai panjang penyelenggaraan acara lari. Salah satu indikator utamanya adalah melonjaknya tingkat keterisian kamar hotel di sekitar lokasi acara sejak beberapa hari sebelum perlombaan dimulai.
"Ekonomi sirkularnya jalan. Informasi yang kami terima, hotel-hotel di sekitar sini sudah penuh sejak dua hari kemarin. Dampak positif ini juga dirasakan langsung oleh pelaku UMKM yang digandeng,” jelasnya.
Terkait dengan nominal pasti perputaran uang yang dihasilkan dari satu agenda lari, Pemkot Surabaya masih akan melakukan kalkulasi lebih mendalam. Namun, Dedik memprediksi sirkulasi ekonomi dari belanja para peserta yang datang dari luar kota seperti Jakarta, Malang, dan wilayah lainnya bisa mencapai angka miliaran rupiah.
"Otomatis transaksi ekonomi itu tidak hanya terjadi di satu titik event saja. Efek ekonominya pasti lebih luas karena peserta dari luar kota membutuhkan akomodasi untuk menginap minimal satu malam, lalu mereka juga jalan-jalan dan berbelanja ke Tunjungan Plaza (TP) atau pusat perbelanjaan lainnya," imbuh Dedik.
Director & COO OT Group, Donny mengungkapkan, animo para pencinta olahraga lari (runners) di Surabaya berada di luar ekspektasi awal manajemen. Berdasarkan data awal, event ini hanya mampu menjaring sekitar 2.000 peserta. Namun, Crystalin RunXperience di Surabaya mencatat lonjakan pendaftaran yang fantastis.
"Kali ini di luar dugaan, antusiasmenya menembus angka 3.500 peserta. Mendapat 3.500 pelari pada event pertama di sebuah kota adalah pencapaian yang luar biasa," jelasnya.
Berbeda dengan konsep pelaksanaan di Jakarta, di Surabaya, Crystalin RunXperience menyajikan konsep festival terintegrasi selama tiga hari dua malam. Konsep ini memadukan tiga pilar utama, olahraga lari, kuliner UMKM, dan hiburan. Pihak penyelenggara menggandeng hampir 30 pelaku UMKM lokal Surabaya serta melibatkan deretan musisi dan artis lokal.
“Kami ingin mengajak pelaku usaha lokal maju bersama, karena produk kami juga produk asli Indonesia," pungkas Donny.
Editor: Arif Ardliyanto