Era AI Mengubah Dunia Pendidikan, Guru dan Murid Jatim Dituntut Adaptif
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus diimbangi kemampuan berpikir logis, kreativitas, serta sikap bijak dan bertanggung jawab dalam penggunaannya.
Dia mengingatkan bahwa teknologi seharusnya menjadi alat untuk membantu manusia, bukan justru mengendalikan kehidupan. “Teknologi harus menjadi alat yang membantu manusia, bukan justru mengendalikan kehidupan manusia,” pesannya.
Sejalan dengan itu, Kemendikdasmen mendorong penguatan Pembelajaran Mendalam serta pengembangan koding dan kecerdasan artifisial di satuan pendidikan. Upaya ini diharapkan membekali murid dengan kemampuan yang relevan menghadapi perkembangan teknologi.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti menambahkan, perkembangan teknologi menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan. Karena itu, guru dan murid perlu memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi secara tepat, kritis, dan aman.
Dia memaparkan, sebanyak 16,9 juta pengguna akun belajar.id telah memperoleh akses AssemblrEDU. Pemanfaatan platform tersebut oleh guru dan murid menghasilkan lebih dari 244 ribu pembelajaran digital.
Meski demikian, transformasi pendidikan berbasis teknologi tidak cukup hanya dengan menyediakan platform dan perangkat digital. Peningkatan kompetensi guru, pendampingan murid, serta pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab tetap menjadi bagian penting agar inovasi benar-benar berdampak di ruang kelas.
Editor: Arif Ardliyanto