Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Siswa SMK di Surabaya Terjun Langsung Produksi Siaran Olahraga Profesional
Advertisement . Scroll to see content

Petani Tebu Jadi Penentu Swasembada Gula Indonesia

Sabtu, 07 November 2026 | 21:58 WIB
  • author Lukman Hakim
Petani Tebu Jadi Penentu Swasembada Gula Indonesia
Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, menyampaikan sambutan dalam rangkaian kegiatan South East Asia Sugar Summit (SEASS). (Foto : istimewa).

JAKARTA, iNewsSurabaya.id – Ambisi Indonesia mewujudkan swasembada gula bergantung pada kemampuan pabrik meningkatkan produksi. 

Tak hanya itu, penguatan sektor hulu, terutama produktivitas dan kesejahteraan petani tebu rakyat, juga menjadi faktor penting dalam membangun industri gula nasional yang berdaya saing.

Persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN), Mahmudi, saat menjadi keynote speaker dalam ajang South East Asia Sugar Summit (SEASS) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta. 

Dalam forum industri gula berskala internasional tersebut, Mahmudi menyampaikan sejumlah perspektif strategis mengenai perkembangan industri gula Indonesia. 

Pembahasannya mencakup tantangan peningkatan produktivitas, penguatan ekosistem pergulaan, serta pentingnya transformasi dan inovasi untuk meningkatkan daya saing industri.

Menurut Mahmudi, penguatan ekosistem tebu rakyat menjadi salah satu aspek penting dalam upaya tersebut. Pasalnya, keberlanjutan industri gula tidak hanya ditentukan kapasitas pengolahan di pabrik, tetapi juga membutuhkan dukungan pasokan bahan baku tebu yang produktif dan berkelanjutan dari sektor hulu.

“Karena itu, pengembangan industri gula perlu dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari peningkatan produktivitas perkebunan tebu, penguatan hubungan dengan petani, hingga optimalisasi operasional pabrik dan pemanfaatan teknologi,” katanya, Sabtu (7/11/2026).

Pihaknya akan terus mendorong transformasi perusahaan melalui penguatan operasional, peningkatan produktivitas, pengembangan ekosistem tebu rakyat, serta pemanfaatan teknologi dan inovasi. 

“Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat rantai industri gula nasional sekaligus mendukung upaya mewujudkan swasembada gula Indonesia,” jelasnya.

SEASS 2026 sendiri menjadi forum pertemuan para pemangku kepentingan industri gula dari berbagai negara. Kegiatan ini mempertemukan pimpinan perusahaan gula, pelaku industri, pemerintah, asosiasi, akademisi, investor, hingga penyedia teknologi dari kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara.

Ketua Asosiasi Gula Indonesia (AGI), Budi Hidayat, menjelaskan SEASS menjadi platform strategis untuk mempertemukan para pemimpin dan profesional industri gula. 

“Melalui konferensi, diskusi, dan pameran, forum tersebut membuka ruang pertukaran pengetahuan, pengembangan jejaring bisnis, pengenalan teknologi, serta pembahasan berbagai tantangan industri gula global,” katanya. 

SEASS 2026 juga dihadiri Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Heru Tri Widarto. Kehadiran unsur pemerintah dan pelaku industri dari berbagai negara diharapkan memperkuat komunikasi serta kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan industri pergulaan.

Bagi PT SGN, partisipasi dalam forum internasional tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan, memperkuat hubungan kelembagaan, serta mengikuti perkembangan teknologi dan dinamika industri gula dunia.

Penguatan petani tebu dan peningkatan produktivitas sektor hulu menjadi bagian penting dari agenda transformasi tersebut. Dengan ekosistem pergulaan yang lebih kuat, industri gula nasional diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan mendukung pencapaian swasembada gula Indonesia.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut