Drama Carok Berdarah di Desa Talok, Penonton Bantengan Jadi Korban Sajam Di Tengah Pertunjukan

Arif Ardliyanto
Carok Berdarah di Desa Talok ditengah Penonton Bantengan. Foto iNewsSurabaya/ist

MALANG, iNewsSurabaya.id - Kehebohan mewarnai pertunjukan kesenian bantengan di Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Minggu malam (10 Desember 2023), ketika aksi carok memakan korban. Dua pemuda kakak beradik, Nino Alif Utama (24) dan Agam Senatama (27), menjadi korban serangan dengan senjata tajam di tengah kerumunan penonton.

Aksi carok dipicu oleh senggolan antar penonton bantengan, memunculkan pertarungan berdarah yang menyisakan luka cukup parah. Nino mengalami luka serius di dada dan lengan kiri, sementara Agam mengalami luka di bibir. Meskipun senjata tajam berhasil diamankan oleh Polsek Turen, pelaku masih dalam pengejaran, memicu kekhawatiran di masyarakat setempat.

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Gandha Syah Hidayat, mengonfirmasi kejadian tersebut pada Senin petang (11/12/2023) dan mengungkapkan bahwa kronologi persisnya masih dalam tahap penyelidikan. 

Doa pun dipinta untuk mempercepat penangkapan pelaku, sementara tim Polsek Turen dan Satreskrim Polres Malang bekerja sama dalam upaya pengejaran. Masyarakat diharapkan untuk tetap waspada dan mendukung langkah kepolisian untuk menangkap pelaku carok yang masih berkeliaran.

"Benar, saya baru cek dan memang betul ada kejadian penganiayaan. Kejadiannya disampaikan bahwa kemarin malam, Minggu malam," ucap Gandha Syah Hidayat, dikonfirmasi MPI pada Senin petang (11/12/2023).

Menurut Gandha, peristiwa carok ini terjadi dimomen acara bantengan di Desa Talok, di mana korban dan pelaku merupakan sesama penonton di acara kesenian tersebut. "Betul kejadiannya di acara bantengan, namanya sesama penonton," ucapnya.

Korban diketahui merupakan dua pemuda kakak beradik bernama Nino Alif Utama (24) dan Agam Senatama (27). Korban atas nama Nino dari laporan menerima luka cukup parah di bagian dada dan lengan kiri, sedangkan korban atas nama Agam Senatama menderita luka di bagian bibir.

"Betul luka sajam, di bagian pipi, terus tangan dan punggung, (korban satu orang lainnya) sudah pulang, sempat dirawat di rumah sakit," ungkap dia.

Gandha menyebut, dugaannya aksi carok ini diawali dari senggolan antar penonton bantengan. Tetapi untuk kronologi lebih jelasnya, pihaknya masih mendalami lebih lanjut. Apalagi terduga pelaku satu orang masih dalam pengejaran dari tim Polsek Turen dibantu oleh Satreskrim Polres Malang.

"(Kronologi carok) Belum bisa kita pastikan. Informasinya kerumunan terus mungkin senggol - senggolan. Ditangani oleh Reskrim Polsek Turen, tapi kami back up. Senjata tajamnya sudah berhasil diamankan oleh Polsek Turen. Minta doanya, untuk pelakunya masih dalam pengejaran, agar bisa segera tertangkap," paparnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network