Pakar Komunikasi Sebut Blusukan Ganjar Lebih Sempurna Dibanding Jokowi

Lukman Hakim
Ganjar Pranowo menginap di rumah warga. Foto iNewsSurabaya/ist

Dengan blusukan dan menginap di rumah warga, Ganjar merasakan langsung apa yang dirasakan masyarakat. Ganjar bisa mengetahui persoalan yang dihadapi, serta kebutuhan yang diinginkan masyarakat secara lebih detail. 

“Ganjar benar-benar menghayati keseharian, mencium keringat wong cilik secara langsung. Sebagaimana juga dilakukan Pak Mahfud saat menginap di pesantren di Jember dan lokasi-lokasi lain,” jelasnya.

Padahal, sebagai capres, Ganjar bisa saja memilih tidur di hotel atau penginapan terbaik di kota yang dikunjungi setelah blusukan ke berbagai lokasi. Namun, Ganjar lebih memilih tidur di rumah guru ngaji, tokoh masyarakat, atau warga biasa. 

“Mereka yang diinapi ini bukan ketua pengurus ranting, ketua TKD atau ketua PAC partai pengusung lho,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, dalam ilmu komunikasi politik, blusukan (impromptu visit, kunjungan dadakan) dilakukan dengan kampanye door to door. Kampanye dilakukan kandidat secara tatap muka dengan mendatangi masyarakat secara langsung. 

Situasi ini bertujuan untuk menciptakan keintiman personal dalam artian tidak ada jarak fisik dan jarak protokoler formal. Dengan blusukan, masyarakat bisa melihat secara dekat kepribadian calon pemimpinnya. 

Pertemuan komunikasi tatap muka ini juga dapat dimaknai bahwa para calon “nguwongke” (memanusiakan), menempatkan rakyat bukan pada konteks relasi rasional untung-rugi (antara pemilih dan terpilih), namun sebagai mitra. Sehingga rakyat tak dapat dipisahkan dari keberhasilan calon pemimpin.

Editor : Ali Masduki

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network