Pemkab Kediri dan PSF Berjuang Wujudkan Kesetaraan Pendidikan

Ali Masduki
Lighthouse School Program (LSP) di SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi siswa, khususnya yang kurang mampu. Foto/Dokumentasi PSF

Meta mengatakan, ada dua hal yang menjadi favoritnya selama bersekolah di sini. Pertama, berkumpul dengan teman-teman yang satu frekuensi, yang memiliki semangat untuk mengubah nasib, serta berbagi pengalaman dan nasihat. Kedua, kegiatan club bahasa Inggris yang diadakan setiap malam. 

"Studi bahasa ini dilakukan setiap malam, jadi setelah berbagai kegiatan, kami masih dituntut untuk belajar mandiri. Mungkin sebagian orang akan mengeluh karena merasa lelah, tetapi saya tidak merasakannya demikian. Saya justru merasa bersyukur karena kegiatan belajar yang menyenangkan, sangat suportif dan memberi semangat kepada kami untuk terus berkembang setiap hari. Semua orang di lingkungan pertemanan saya memiliki ambisi yang sama, yaitu mengembangkan kemampuan bahasa Inggris kami," ungkapya.

Belajar di SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School membuat Meta semakin mandiri. Di sini, segala sesuatu harus dibagi bersama, seperti 3 setrika untuk 24 siswa. Karakter introvertnya pun dipaksa untuk berani bergaul dan bertemu dengan orang baru. 

"Harus berkenalan dengan orang baru agar semakin semangat menjalani aktivitas," katanya.

Selain belajar mengurus diri sendiri, di sekolah ini siswa juga diajarkan untuk mandiri dalam mengelola keuangan pribadi. Setiap bulan, setiap siswa diberikan uang saku sebesar Rp 200 ribu yang harus dikelola agar cukup untuk kebutuhan selama sebulan. 

"Makan ditanggung oleh sekolah, dan kami juga mendapat beasiswa serta uang saku," tambahnya.

Meta yang bercita-cita jadi dokter ini pun mengaku mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah, mulai dari fasilitas buku SNPMB, diberikan try out dan termasuk juga lomba-lombanya. 

"Saya ingin menjadi dokter karena ingin membantu banyak orang dan memberikan manfaat bagi mereka. Bagi saya, ada kepuasan tersendiri dalam hal ini. Saya juga tertarik mempelajari berbagai bagian dari makhluk hidup, baik itu manusia, hewan, tumbuhan, atau bahkan nama-nama Latin," kata dia.

Ia rajin mengikuti berbagai perlombaan, seperti Olimpiade Sains Nasional, yang berkaitan dengan bidang kedokteran, seperti Biologi dan Kimia. 

"Apa yang saya dapatkan di SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School yang tidak saya temukan di sekolah umum adalah kemandirian, manajemen keuangan, dan kepemimpinan. Selain itu, kami juga dituntut untuk berprestasi agar bisa membawa nilai positif ketika lulus," ungkap Meta.

Guru-guru di sekolah ini juga sangat variatif dalam metode pengajaran. Para siswa tidak hanya diminta untuk mempraktekkan langsung materi yang telah disampaikan oleh guru, tetapi juga dituntut untuk mampu mempresentasikan apa yang mereka pelajari. 

"Apalagi cara mengajarnya dengan komunikasi dua arah, ada games sehingga lebih mudah masuk ke otak," ucap dia.

Meta yang bercita-cita sekolah keluar negeri ini juga memiliki niat mulia untuk memberangkatkan keluarganya untuk umroh dan haji bersama. 

"Saya sangat berterima kasih kepada Pemkab Kediri, Mas Dhito, dan Putera Sampoerna Foundation dan program LSP-nya, karena berkat program ini, saya bisa bersekolah secara gratis di sekolah yang berkualitas," ujarnya.

"Program ini memberi saya pengalaman baru yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya. Saya sangat berharap, ke depannya, sekolah ini semakin berkualitas, tidak hanya dalam hal fasilitas, tetapi juga dalam kualitas murid dan guru, sehingga bisa mencetak lulusan-lulusan berprestasi yang bahkan lebih hebat dari lulusan sekolah-sekolah lain," tambah Meta.

Suyanti, ibu dari Pramesta mengakui bahwa diterimanya Meta di sekolah SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School ini berdampak pada kehidupan finansialnya. 

"Ini meringankan beban saya, karena saya kan tidak perlu mengeluarkan biaya sama sekali buat anak saya," tuturnya.

Suyanti berharap dengan bersekolah di sana, Meta bisa menjadi anak yang sukses yang bisa membanggakan orang tuanya. 

"Meta sering meminta agar saya bisa menyekolahkan dia ke jenjang yang lebih tinggi, tapi saya selalu menjawab, 'Nanti, kalau Ibu bisa, Ibu akan usahakan.' Meskipun dia ingin pendidikan yang lebih tinggi, tapi dia sadar kalau dia tidak punya ayah, jadi dia terima apa pun yang saya katakan," paparnya.

Sebagai orang tua, Suyanti pun mendukung Meta dan selalu mendoakan keberhasilan dalam hidup Meta ke depannya. 

"Terima kasih untuk Pemkab Kediri dan PSF atas dukungannya terhadap pendidikan anak saya. Terima kasih untuk SMA Dharma Wanita 1 Pare karena sudah mengajarkan dan mendidik anak saya dengan baik. Semoga anak saya menjadi anak yang sukses," harapnya.

SMA Dharma Wanita 1 Pare adalah salah satu contoh nyata bagaimana pendidikan dapat menjadi instrumen perubahan. Dengan konsep boarding school, sekolah ini tidak hanya memberikan akses pendidikan tetapi juga membangun karakter siswa. 

Program ini menjadi bukti bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan kolaborasi, tantangan dalam dunia pendidikan dapat diatasi.

Melalui visi dan langkah konkret seperti ini, Pemkab Kediri dan PSF terus menunjukkan bahwa pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan bangsa.

Editor : Ali Masduki

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network