Dalam sosialisasi tersebut, peserta diajak untuk memahami penyebab kebakaran, seperti korsleting listrik, kebocoran gas, dan penggunaan bahan mudah terbakar. Selain itu, peserta juga diberikan pelatihan mengenai penggunaan APAR dan tata cara evakuasi yang benar.
"Kami berharap melalui sosialisasi ini, masyarakat Jombang dapat lebih waspada dan siap menghadapi potensi kebakaran," ujarnya.
Teguh menandaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jombang berkomitmen untuk terus melakukan upaya pencegahan kebakaran secara berkelanjutan, baik melalui sosialisasi maupun penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.
Sebagai informasi, pertengahan Oktober lalu terjadi kebakaran hebat pabrik helm rumahan di Desa Sebani Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang. Kebakaran itu diduga disebabkan korsleting listrik, meski tak ada korban jiwa, namun kerugian pemilik usaha diperkirakan mencapai Rp1,4 miliar.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait