Pada tahun 2003, Mundakir melanjutkan studi sarjana di Universitas Airlangga (Unair) jurusan keperawatan. Tahun 2004, ia meraih gelar Profesi Ners Unair.
Sembari bekerja sebagai dosen di UM Surabaya, Mundakir melanjutkan studi magister di Universitas Indonesia pada tahun 2009 dan meraih gelar Doktor di Universitas Airlangga pada tahun 2017.
Mundakir menikah dengan Nuzul Qur’aniati, seorang dosen di Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga. Mereka dikaruniai dua putra bernama Zafran dan Abyan. Nuzul menceritakan bahwa Mundakir adalah suami yang baik dan selalu memberikan kesempatan kepada perempuan untuk terus belajar.
Keduanya bahkan menjalani hubungan jarak jauh (LDR) ketika Nuzul mendapatkan beasiswa S2 dan S3 di Flinders University, South Australia.
Selama berkarier di UM Surabaya, Mundakir telah menjabat berbagai posisi penting, termasuk Sekretaris Program Studi (Sekprodi) S1 Keperawatan, Kaprodi S1 Keperawatan, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UM Surabaya, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, dan Wakil Rektor IV UM Surabaya.
Kompetensi dan dedikasi Mundakir tak perlu diragukan. Ia memiliki segudang prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Mundakir tergabung dalam CASE (Council of Asian Science Editors) dan ISQua (International Society of the Quality in Health Care) hingga saat ini. Ia juga telah menerbitkan berbagai buku dan jurnal kesehatan.
Kisah Mundakir membuktikan bahwa mimpi bisa terwujud dengan kerja keras, tekad baja, dan semangat membara yang tak kenal lelah. Ia menjadi inspirasi bagi siapa saja yang ingin meraih kesuksesan, tak peduli dari latar belakang apa pun.
Editor : Ali Masduki
Artikel Terkait