Bunyi Ketongan, Tradisi Penyucian Diri di Hari Raya Idulfitri yang Lestari di Kalanglundo

Arif Ardliyanto
Bunyi Ketongan, Tradisi Penyucian Diri di Hari Raya Idulfitri yang Lestari di Kalanglundo Tradisi bunyi kentongan di Kalanglundo, Grobogan, jadi tanda penyucian diri saat Idulfitri. Ritual turun-temurun ini mempererat kebersamaan dan nilai spiritual. Foto iNEWSSURABAYA/arif

GROBOGAN, iNEWSSURABAYA.ID – Hari Raya Idulfitri menjadi momen penuh suka cita bagi umat Muslim. Di Ledokan, Kalanglundo, Grobogan, Jawa Tengah, penyucian diri di hari yang fitri ini ditandai dengan bunyi kentongan yang menggema dari masjid, sebuah tradisi turun-temurun yang masih lestari hingga kini.

Tepat pukul 05.00 WIB, suara kentongan menggema sebagai tanda bagi warga untuk berkumpul di masjid. Mereka datang dengan membawa makanan dan minuman ala kadarnya untuk melaksanakan doa bersama sebagai bentuk penyucian diri dan ungkapan syukur.

"Mari kita berdoa, semoga diri kita kembali suci seperti bayi," ujar Kiai Abdul Hadi dalam sambutannya yang penuh makna.

Dalam pesannya, Kiai Abdul Hadi mengingatkan pentingnya terus memperbaiki diri sebagai seorang Muslim yang taat.

"Semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Tradisi bancaan ini juga merupakan bentuk sedekah serta ungkapan kebahagiaan dalam menyambut Idulfitri," ujarnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update