“Surabaya Read and Play” menyajikan berbagai aktivitas menarik, seperti diskusi literasi, lokakarya kreatif, permainan edukatif, hingga talkshow inspiratif. Salah satunya adalah kehadiran Naning Scheid, penulis dan seniman asal Indonesia yang kini menetap di Brussel, Belgia.
Ia berbagi kisah inspiratif serta memperkenalkan ulang buku-bukunya yang kini tersedia dalam format digital melalui Esensi.Online.
Sesi diskusi “Literasi Melalui Boardgame” bersama Adhicipta R. Wirawan juga menjadi sorotan. Lewat permainan papan, peserta diajak menyadari bahwa bermain bisa menjadi alat efektif untuk meningkatkan minat baca, kemampuan berpikir kritis, dan narasi.
Minggu (25/5) menjadi puncak acara melalui program Playday, yang menghadirkan lebih dari 25 boardgame karya desainer lokal. Pengunjung dari berbagai usia tampak antusias mencoba permainan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik.
Mike Neuber, Managing Director Wisma Jerman, turut memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya acara ini.
“Literasi harus dikemas dalam bentuk yang sesuai dengan era digital. Dan ‘Surabaya Read and Play’ mampu menjawab tantangan itu dengan sangat baik,” tegas Mike.
Dengan menggabungkan teknologi, seni, dan permainan, “Surabaya Read and Play” menjadi bukti bahwa literasi masa kini bisa tampil menyenangkan dan inklusif. Lebih dari sekadar festival, acara ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan generasi pembaca masa depan yang kreatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
