SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Suksesnya Indonesia Fashion Week (IFW) 2025 tak lepas dari peran digitalisasi pembayaran. DOKU, perusahaan teknologi finansial (fintech) yang menjadi Official Experience Partner, berhasil memperkuat posisinya di industri fashion Indonesia dengan mendorong adopsi sistem pembayaran digital yang lebih efisien dan seamless, baik bagi para fashionpreneur maupun pengunjung.
Himelda Renuat, Co-Founder dan Chief Marketing Officer DOKU, menjelaskan bahwa IFW 2025 merupakan kesempatan strategis bagi DOKU untuk menjangkau komunitas fashionpreneur.
"Dengan 38% portofolio merchant retail kami berasal dari sektor fashion, kami melihat potensi pertumbuhan yang signifikan di industri ini," katanya, Minggu (1/6/2025).
Co-Founder & Chief Marketing Officer DOKU, Himelda Renuat sedang melakukan transaksi dengan metode pembayaran QRIS dan Payment Link DOKU di stan Adrie Basuki, brand fashionpreneur pilihan DOKU.
Kolaborasi DOKU dengan Loketcom mengintegrasikan sistem pembayaran tiket online dan menyediakan opsi scan & pay QR code di lokasi IFW 2025.
Lebih lanjut, DOKU memfasilitasi para fashionpreneur dengan solusi pembayaran digital seperti QRIS dan Payment Link, yang mempermudah transaksi dan pengelolaan bisnis.
Himelda menggarisbawahi pentingnya digitalisasi dalam menghadapi tantangan industri fashion yang kompetitif. "Digitalisasi membantu fashionpreneur menjangkau konsumen lebih luas, meningkatkan transparansi, dan efisiensi operasional," jelasnya.
Sistem tersebut mampu mengatasi kendala konvensional seperti antrean panjang, transaksi tunai, dan pengelolaan laporan penjualan manual.
Komitmen DOKU terhadap digitalisasi di IFW 2025 juga terlihat pada DOKU Runway, sebuah panggung khusus menampilkan enam brand lokal pilihan: Adrie Basuki, Apikmen, Controlnew, Jarred Phatos, Linnet Lifestyle, dan Maharani Persada by Essy Masita.
Selain itu, DOKU memberikan penghargaan kepada fashionpreneur berprestasi dalam kategori ‘Digital Readiness’ di Indonesia Young Fashion Designer Competition (IYFDC).
"Kami ingin mendorong lebih banyak fashionpreneur untuk bertransformasi digital. Digitalisasi pembayaran adalah kunci untuk pertumbuhan yang efisien dan daya saing di pasar nasional dan global," tandas Himelda.
Editor : Ali Masduki
Artikel Terkait
