Untag Surabaya Rayakan Hari Lahir Pancasila dengan Lomba Sketsa ‘Tembok Koblen’, Hadiah Beasiswa!

Arif Ardliyanto
Peringatan Hari Lahir Pancasila dilakukan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menyelenggarakan kegiatan kreatif dan edukatif berupa lomba sketsa dan lukis bertema “Tembok Koblen”, bekerja sama dengan Puri Aksara Rajapatni. Foto iNewsSurabaya/arif

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Peringatan Hari Lahir Pancasila dilakukan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menyelenggarakan kegiatan kreatif dan edukatif berupa lomba sketsa dan lukis bertema “Tembok Koblen”, bekerja sama dengan Puri Aksara Rajapatni. Acara ini menjadi bentuk nyata implementasi nilai-nilai Pancasila melalui pelestarian budaya lokal.

Kegiatan tersebut berlangsung di lapangan parkir utara Untag Surabaya, Minggu (2/6/2024), usai upacara peringatan Hari Lahir Pancasila. Lomba ini tidak hanya menggugah kreativitas generasi muda, tetapi juga memberikan kesempatan emas berupa beasiswa pendidikan penuh bagi para pemenang terbaik.

Dari total 45 peserta yang mengikuti lomba, terpilih 10 finalis terbaik. Dua peserta dengan karya paling unggul berhasil meraih beasiswa pendidikan penuh untuk jenjang Sarjana atau Sarjana Terapan (D4) di Untag Surabaya. 

Sementara itu, juara ketiga mendapatkan potongan biaya pendidikan sebesar 50% untuk formulir dan Dana Pengembangan Pendidikan (DPP), serta kebebasan memilih program studi.

Tujuh finalis lainnya juga tak pulang dengan tangan kosong. Mereka memperoleh voucher diskon pendidikan, berupa potongan 50% untuk formulir dan 25% untuk DPP.

Pemenang Lomba Sketsa 'Tembok Koblen'

Juara 1: Maura Azalia Kirani

Juara 2: Aqila Nafisa Rahayu

Juara 3: Keyla Chalita

Harapan 1: Rizha Shabrina

Harapan 2: Nafisa Hiraya Nahla

Harapan 3: Joice Patricia

Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya, J. Subekti, S.H., M.M., menyampaikan apresiasi kepada para seniman dan komunitas budaya yang telah mendukung kegiatan ini.

“Kami sangat menghargai partisipasi para budayawan yang tergabung dalam organisasi pemerhati budaya. Lomba ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap pelestarian budaya Indonesia,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya atas semakin terkikisnya nilai-nilai budaya di tengah derasnya arus digitalisasi dan globalisasi.

“Kami bersyukur masih banyak seniman yang peduli. Karena itu, kami mendukung penuh kegiatan seperti ini sebagai langkah konkret menjaga jati diri bangsa.” katanya. 

Rektor Untag Surabaya, Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, M.M., CMA., CPA., atau akrab disapa Prof. Nug, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila di kampus merah putih.

“Untag Surabaya secara konsisten memberikan beasiswa kepada calon mahasiswa berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik, dari dalam dan luar negeri,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa lomba ini menjadi bagian dari komitmen Untag Surabaya dalam merawat situs budaya dan sejarah Kota Surabaya, khususnya eks Penjara Koblen, yang menjadi ikon dalam tema lomba.

“Kami ingin menjadikan pendidikan sebagai alat pelestarian nilai-nilai luhur bangsa, termasuk sejarah dan kebudayaan lokal yang menjadi warisan tak ternilai.” ujarnya. 

 

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network