Mikroplastik di Udara Picu Gangguan Imun Otak, Ecoton Desak Pemerintah Bertindak

Ali Masduki
Pegiat lingkungan Ecoton aksi kreatif dengan mengangkat tema "Akhiri Polusi Plastik". Foto: iNewsSurabaya/Ecoton

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang mengangkat tema "Akhiri Polusi Plastik", Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) menyampaikan keprihatinan serius terkait dampak mikroplastik di udara terhadap kesehatan manusia. 

Temuan terbaru menunjukkan adanya mikroplastik dalam sel imun otak, yang berpotensi memicu neuroinflamasi dan gangguan autoimun.

"Kondisi kontaminasi mikroplastik di udara menjadi salah satu sumber utama masuknya mikroplastik ke dalam tubuh manusia," ungkap Alaika Rahmatullah, Koordinator Pendidikan dan Kampanye Ecoton.

Ia menjelaskan bahwa paparan mikroplastik secara terus-menerus, terutama melalui inhalasi, sangat mengkhawatirkan. Riset menunjukkan manusia menghirup mikroplastik sekitar 0,1-5 gram per minggu.

Penelitian "Bioaccumulation of microplastics in decedent human brains" di Meksiko tahun 2025 menemukan akumulasi polietilen—jenis plastik umum dalam botol air minum kemasan di otak manusia. 

"Keberadaan polietilen di otak harus menjadi peringatan keras. Penduduk Indonesia, yang mengonsumsi mikroplastik hingga 15 gram per bulan, menjadi yang tertinggi di dunia," tambah Alaika

Editor : Ali Masduki

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network