SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Universitas Surabaya (Ubaya) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Melalui Ubaya InnovAction Hub (UIH), startup kue lapis legit "Avera Cake" milik dua mahasiswi Prodi Manajemen FBE Ubaya, Patricia Esther Wellyana dan Alodia Ardine Ardiningrum, berhasil meraih penghargaan startup terbaik dan mendapatkan beasiswa ke China.
Prestasi ini merupakan hasil kolaborasi Ubaya dengan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Surabaya dan Yayasan Bina Anak Indonesia Kompeten (BAIK) Indonesia.
Direktur UIH Ubaya, Prof. Sujoko Efferin, menyatakan bahwa beasiswa ini merupakan bagian dari komitmen UIH dalam membina kewirausahaan mahasiswa.
"Mulai saat ini dan selanjutnya, tiap startup terbaik di angkatan MBKM Kewirausahaan Komprehensif Ubaya Ignite akan mendapat beasiswa serupa," ujarnya.
UIH memberikan pendampingan komprehensif kepada startup binaannya, termasuk program Ubaya Ignite yang berlangsung selama satu semester.
Pendampingan meliputi bimbingan dari coach internal dan eksternal, partisipasi dalam festival kewirausahaan (Unnofest), pendanaan, dan fasilitasi untuk mengikuti kompetisi hibah eksternal.
Kerja sama UIH dengan 20 perusahaan di Entrepreneurship Advisory Board (EAB) dan berbagai asosiasi pengusaha lainnya juga turut mendukung perkembangan startup mahasiswa.
"Kami juga menyediakan layanan pendaftaran Hak atas Kekayaan Intelektual (HKI) dan menyediakan tempat penjualan offline di Gedung International Village Ubaya," tambah Prof. Sujoko.
Ia juga mengungkapkan rencana pengembangan program XLab untuk riset dan inovasi lintas fakultas, serta program pengembangan toko online.
Avera Cake sendiri menawarkan kue lapis legit dengan bahan premium dan inovasi rasa yang disesuaikan dengan perayaan tertentu.
Patricia menjelaskan, bisnis yang dirintis sejak 2020 ini sebagai respon terhadap pandemi Covid-19, telah mampu menghasilkan pendapatan hingga dua digit, terutama pada high season seperti Lebaran atau Imlek.
"Bisnis kami semakin berkembang berkat bimbingan UIH, dan beasiswa ke China semakin memotivasi kami," kata Patricia.
Pada Oktober 2025, Patricia dan Alodia akan berangkat ke China. Beasiswa mencakup biaya akomodasi, tiket, dan kegiatan selama di sana, termasuk kursus bahasa Mandarin dan kunjungan ke Yiwu International Trade Market.
"Kami ingin mempelajari budaya di sana untuk menciptakan resep dan pasar baru di China," tutup Patricia.
Editor : Ali Masduki
Artikel Terkait
