Mulai 1 Juli 2025, Teluk Lamong Resmi Kelola TPK Berlian, Sektor Ini yang Jadi Target Bisnisnya

Arif Ardliyanto
PT Terminal Teluk Lamong (TTL) resmi mengambil alih pengelolaan Terminal Peti Kemas (TPK) Berlian dari PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) mulai 1 Juli 2025. Foto iNewsSurabaya/ist

Langkah strategis Pelindo ini mendapat sambutan positif dari pelaku usaha pelayaran dan logistik di Surabaya. Ketua DPC Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Surabaya, Stenven H. Lesawengan, menyebut bahwa langkah pemurnian bisnis ini sah selama membawa perbaikan tata kelola.

"Selama tujuannya menciptakan manajemen yang lebih efektif dan efisien, tentu ini merupakan langkah yang tepat. Apalagi jika berdampak pada peningkatan layanan bagi pengguna jasa," ujar Stenven.

Ia menegaskan bahwa para pelaku usaha sangat berharap adanya peningkatan efisiensi di seluruh lini, termasuk pengurangan waktu tunggu kapal dan penurunan biaya logistik.

Senada, Ketua ALFI Surabaya, Sebastian Wibisono, mengingatkan agar pengalihan pengelolaan ini tidak menurunkan kualitas layanan yang selama ini sudah berjalan baik.

"Itu memang wewenang Pelindo sepenuhnya. Namun harapan kami, kualitas pelayanan tetap terjaga bahkan kalau bisa ditingkatkan. Konsistensi pelayanan sangat krusial bagi kelancaran distribusi barang," ujar pria yang akrab disapa Wibi tersebut.

Dengan transisi ini, para pelaku industri menaruh harapan besar pada TTL agar mampu mendorong transformasi layanan pelabuhan yang lebih cepat, transparan, dan efisien. Keberhasilan pengelolaan TPK Berlian oleh TTL akan menjadi tolok ukur keberhasilan Pelindo dalam menata ulang manajemen dan struktur usahanya di sektor kepelabuhanan.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network