SURABAYA, iNewsSurabaya.id – SMK IPIEMS Surabaya menciptakan inovasi pembelajaran yang menyatukan kreativitas, komunikasi, dan budaya dalam sebuah event kolaboratif lintas mata pelajaran. Digelar selama dua hari, kegiatan ini melibatkan siswa kelas XII jurusan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis dan menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran di SMK bisa menyentuh sisi praktis sekaligus memperkuat karakter siswa.
Berlokasi di Jalan Menur, Surabaya, sekolah ini menghadirkan pertunjukan bertema budaya dan dongeng dalam satu rangkaian acara. Mata pelajaran yang terlibat antara lain Manajemen Hubungan Masyarakat (Humas), Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Daerah, hingga pelajaran kejuruan. Kolaborasi ini membentuk kegiatan berbasis proyek yang menekankan aspek kerja sama tim, komunikasi efektif, hingga pelestarian budaya.
“Kami ingin siswa belajar tidak hanya dari teori, tetapi juga dari praktik nyata yang membentuk kepribadian mereka. Inilah semangat SMK yang sesungguhnya,” ujar Kepala SMK IPIEMS, Akhmad Fauzi.
Hari pertama, kelas XII MP 2 menampilkan pertunjukan bertema "Pancarona", sebuah eksplorasi budaya Jawa dalam bentuk drama musikal, tarian tradisional, permainan rakyat, dan kuliner khas Nusantara seperti tumpeng, cenil, dan lemper. Tidak sekadar hiburan, pertunjukan ini menjadi media edukatif yang mengajarkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
“Kami ingin memperkenalkan budaya lokal kepada generasi Z dengan cara yang menarik dan kontekstual,” jelas Fauzi.
Pada hari kedua, kelas XII MP 1 menghadirkan pertunjukan panggung berjudul "Fairy: The Explore". Pementasan ini memadukan narasi, drama, dan visual dalam nuansa dunia fantasi, disampaikan dalam campuran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Selain sebagai bentuk apresiasi terhadap seni, pertunjukan ini juga menjadi wadah penerapan keterampilan komunikasi lintas bahasa.
Menurut Kunuzil Jannah, guru mata pelajaran Humas, kegiatan ini bukan sekadar pentas seni biasa. “Siswa belajar menyusun konsep acara, membuat publikasi, hingga mengatur teknis kegiatan. Ini adalah pengalaman langsung bagaimana public relations bekerja dalam skala kecil tapi nyata,” ungkapnya.
Kepala SMK IPIEMS menegaskan bahwa pendekatan lintas mata pelajaran ini adalah bagian dari upaya mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten di bidangnya, tetapi juga adaptif, komunikatif, dan berjiwa kolaboratif.
“Kami ingin siswa terbiasa bekerja dalam tim, berpikir kreatif, dan menjaga nilai-nilai budaya. Ini adalah bekal penting untuk menghadapi dunia kerja dan kehidupan sosial di masa depan,” tambah Fauzi.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
