MALANG, iNewsSurabaya.id – Gelombang aksi demonstrasi yang terjadi di sejumlah daerah Indonesia beberapa hari terakhir menyita perhatian publik. Kericuhan yang muncul dalam unjuk rasa tersebut tidak hanya menimbulkan korban luka, tetapi juga memunculkan keprihatinan dari berbagai kalangan, termasuk Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB).
Dalam pernyataan resminya, Ketua Umum IKA UB Mohammad Zainal Fatah menegaskan bahwa aparat keamanan harus mengedepankan sikap profesional, terukur, dan humanis saat bertugas. Menurutnya, keamanan tidak bisa hanya dilihat dari sisi penindakan, melainkan juga harus mempertimbangkan perlindungan hak-hak masyarakat.
“IKA UB mendesak seluruh elemen pemerintahan segera mengambil kebijakan yang mampu memperkecil kesenjangan ekonomi, politik, dan keadilan hukum. Kesenjangan ini adalah akar masalah yang bisa memicu gejolak sosial,” tegas Zainal.
Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal IKA UB, Dilan Sawalius Batuparan, mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Ia menekankan pentingnya situasi kondusif agar roda pembangunan tetap berjalan.
“Aparatur keamanan harus bertindak profesional dan humanis, sementara masyarakat tetap mengedepankan cara damai dalam menyampaikan aspirasi,” ujarnya.
IKA UB juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban dalam insiden tersebut. Mereka menolak keras segala bentuk aksi anarkis, penjarahan, dan kekerasan yang dianggap mencederai nilai luhur Pancasila.
Dalam sikap resminya, IKA UB menyoroti delapan poin penting, di antaranya:
1. Menyatakan duka atas korban jiwa maupun luka.
2. Mengutuk aksi anarkis dan provokasi yang merusak persatuan bangsa.
3. Mendesak aparat keamanan untuk bekerja profesional dan humanis.
4. Mendukung kehidupan demokrasi yang bermartabat.
5. Mengajak alumni serta keluarga besar UB untuk mengutamakan solidaritas dan cara damai dalam menyampaikan aspirasi.
6. Mendorong pemerintah mengatasi kesenjangan sosial, politik, dan hukum.
7. Mengajak seluruh elemen bangsa menjaga persatuan.
8. Memastikan situasi kondusif demi kemajuan Indonesia.
“Pernyataan ini adalah tanggung jawab moral IKA UB sekaligus bentuk komitmen kami dalam ikut serta memajukan kehidupan bangsa dan negara,” tutup Zainal.
Dengan seruan tersebut, IKA UB berharap dinamika politik yang tengah terjadi bisa disikapi secara bijak. Dialog terbuka dan langkah konkret mempersempit jurang kesenjangan dianggap sebagai kunci menjaga Indonesia tetap damai dan bersatu.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
