Selain Grahadi, Pemkot Surabaya melaporkan terdapat 394 item sarpras yang rusak atau hilang akibat kericuhan. Kerugian itu mencakup kantor Polsek Tegalsari beserta bunker, 33 kamera CCTV, 23 pos polisi, 6 pos pantau BPBD, 5 motor dinas, serta berbagai fasilitas umum lain seperti barrier water, papan nama jalan, rambu lalu lintas, hingga lampu merah.
“Percepatan perbaikan sarpras sangat penting agar layanan publik kembali berjalan optimal pasca demo anarkis,” tegas Agus.
Gedung Negara Grahadi sendiri sudah berdiri sejak abad ke-18 dan menjadi salah satu simbol sejarah penting Jawa Timur. Pemugaran ini diharapkan tidak hanya memulihkan fungsi kantor pemerintahan, tetapi juga menjaga keaslian warisan budaya yang melekat pada bangunan tersebut.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
