Hingga pertengahan September 2025, progres pembangunan spillway mencapai 55,26 persen. Beberapa pekerjaan utama yang sudah berjalan antara lain: Pemasangan beton bertulang dengan tinggi mercu 2,5 meter berbentuk ogee, Pembangunan saluran pelimpah sepanjang 47,5 meter dengan lebar 5,3 meter, Pemasangan Sistem Panel Serbaguna (SPS) di bagian hulu dan hilir sungai, Pintu penguras berbahan fiberglass berukuran 2 x 11,5 meter dan Mobilisasi alat berat, bored pile, retaining wall, hingga struktur beton pendukung serta Proyek ini ditargetkan selesai dalam 270 hari kerja, atau rampung pada 21 Desember 2025.
Bagi petani, spillway ini adalah harapan besar. Masduki, petani Desa Paseban, menyebut pembangunan tersebut sebagai solusi nyata.
“Selama ini sawah kami kering. Dengan adanya spillway, kami berharap air kembali mengalir sehingga bisa menanam padi lagi,” ujarnya.
Harsono, warga Kencong, menambahkan harapannya agar proyek benar-benar memberi manfaat. “Semoga pengairan sawah kembali maksimal, supaya petani bisa sejahtera,” katanya.
Jika pembangunan rampung sesuai jadwal, ribuan hektare sawah di Jember selatan akan kembali produktif. Selain meningkatkan ketahanan pangan, spillway juga akan membantu mengurangi risiko banjir dan kekeringan di kawasan pesisir.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
