Aries optimistis penerapan teknologi akan membuka peluang siswa untuk lebih kreatif, kritis, dan siap bersaing di era global.
Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Moch. Abduh, menjelaskan bahwa digitalisasi pembelajaran selaras dengan kebijakan deep learning sebagai strategi peningkatan mutu pendidikan nasional.
Menurutnya, sekolah tidak cukup hanya memanfaatkan perangkat digital, melainkan juga perlu menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi yang membangun kreativitas dan kolaborasi siswa.
Inspektur Satu Irjen Kemendikdasmen, Subiyantoro, mengingatkan agar pemanfaatan bantuan sarana digitalisasi harus dijalankan secara transparan dan akuntabel. Perangkat yang disalurkan pemerintah, katanya, harus benar-benar dipakai untuk meningkatkan kualitas belajar, bukan sekadar formalitas.
Senada, Direktur SMK Ari Wibowo menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan sekolah dalam mendukung transformasi digital.
Kabid PPSMK Dindik Jatim, Anny Saulina, memastikan bahwa hasil Bimtek akan ditindaklanjuti dengan program nyata. Guru-guru peserta diwajibkan melaporkan implementasi pendampingan agar manfaatnya bisa dirasakan langsung di sekolah.
Bimtek berjalan interaktif dengan sesi diskusi, presentasi, hingga praktik pemanfaatan perangkat digital. Para guru tampak antusias karena materi yang dibahas sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini.
Melalui kegiatan ini, Jawa Timur menunjukkan keseriusannya dalam mengakselerasi digitalisasi pendidikan. Dengan dukungan guru yang adaptif, kebijakan pemerintah yang konsisten, serta sarana teknologi yang tepat guna, Jawa Timur optimis menjadi provinsi teladan dalam digitalisasi pendidikan di Indonesia.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
