Langkah darurat yang bisa dilakukan masyarakat awam adalah CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) atau pijat jantung. Caranya dengan memberi tekanan kuat dan berirama pada bagian tengah dada penderita.
“Tindakan ini bisa menjaga aliran darah ke otak dan organ vital hingga tenaga medis datang. Di beberapa negara maju, pelatihan CPR bahkan sudah diajarkan sejak usia sekolah menengah,” kata dr. Christian.
Penyebab paling umum henti jantung adalah serangan jantung dan aritmia (gangguan irama jantung). Oleh karena itu, masyarakat disarankan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, terutama mereka yang berusia di atas 40 tahun.
RS Premier Surabaya sendiri telah menyediakan layanan lengkap melalui Heart and Vascular Center. Fasilitasnya meliputi EKG, treadmill test, echocardiografi, Holter monitoring, CT Cardiac 512 slice, MRI Cardiac 3 Tesla, hingga dua Cath Lab. Rumah sakit ini juga memiliki tiga ruang operasi dan ICU khusus untuk pasien jantung.
Selain pemeriksaan medis, dr. Christian menekankan pentingnya gaya hidup sehat, antara lain: Berhenti merokok, baik rokok biasa maupun vape, Mengontrol tekanan darah dan gula darah, terutama bagi penderita hipertensi atau diabetes, Menjaga kadar kolesterol, dengan membatasi makanan berlemak dan gorengan, Mengatur pola makan sehat, lebih banyak memilih makanan rebus, kukus, atau panggang, Olahraga rutin, seperti jalan cepat 30 menit sebanyak 3–5 kali per minggu dan Istirahat cukup dan menghindari begadang.
Ia juga mengingatkan bahwa kasus henti jantung kini banyak menyerang usia muda, bahkan di bawah 40 tahun. “Kebiasaan merokok menjadi faktor utama yang memicu serangan jantung meski kondisi kolesterol maupun gula darah masih normal,” tegasnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
