Tim SAR gabungan bersama warga melakukan pencarian hingga malam hari, namun hasilnya nihil. Pencarian baru membuahkan hasil keesokan harinya pukul 09.45 WIB, saat warga menemukan jasad AAM mengapung sekitar 9,8 kilometer dari lokasi awal ia hilang.
Saat ditemukan, korban masih mengenakan baju koko cokelat yang sama seperti saat terakhir terlihat. Tubuhnya mengapung di kedalaman air sekitar satu meter.
“Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal. Kami turut berduka atas musibah ini. Semoga keluarga diberi ketabahan,” ujar Wiku.
Dengan ditemukannya jasad AAM, proses pencarian resmi dihentikan. BPBD Jombang mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap anak-anaknya.
“Pengawasan orang tua sangat penting, terutama di sekitar area berbahaya seperti sungai. Kita harus belajar dari kejadian ini agar tidak terulang,” tegas Wiku.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
