Selain menyasar nasabah ritel, layanan berbasis digital ini juga diarahkan untuk memperkuat segmen korporasi dan mitra bisnis.
“Pasar Surabaya sangat potensial. Permintaan emas terus meningkat, baik dari masyarakat maupun perusahaan yang ingin memonetisasi asetnya. Karena itu, kami perluas layanan emas ke berbagai lini, termasuk segmen korporat,” tambahnya.
Dengan inovasi ini, Pegadaian optimistis bisa menjadi pelopor digitalisasi keuangan berbasis emas di Indonesia. Transformasi menuju Bank Emas modern diharapkan tidak hanya memperkuat posisi perusahaan di industri keuangan, tetapi juga membuka akses investasi emas yang lebih mudah, aman, dan transparan bagi masyarakat.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
