Dalam tujuh hingga delapan bulan terakhir, Pemkot Surabaya aktif menyapa ribuan anak muda di 153 kelurahan, mendengarkan langsung aspirasi dan ide-ide mereka. Dari dialog ini, lahirlah kesadaran bahwa anak muda bukan sekadar penonton pembangunan, tapi motor penggerak perubahan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, tahun 2026 akan menjadi momentum besar bagi pemberdayaan pemuda. Lewat alokasi dana Rp5 juta per RW, Pemkot ingin menciptakan ruang kolaborasi yang konkret bagi anak muda di setiap lingkungan.
“Terbentur, terbentur, terbentuk. Setiap kegagalan bukan akhir, tapi bagian dari proses menuju kedewasaan dan kepemimpinan yang matang,” ujar Eri Cahyadi.
Program ini diharapkan tak hanya memunculkan wirausaha baru, tapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial dan solidaritas antar pemuda. Dengan dukungan pemerintah dan komunitas, Surabaya bergerak menuju masa depan yang lebih kreatif, mandiri, dan inklusif.
Generasi muda kini punya kesempatan untuk membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari lingkungan sendiri — dari lorong-lorong kampung hingga pusat kota.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
