Mereka hadir membawa pendekatan baru. Mereka merancang pelatihan komprehensif mulai dari konsep TEFA, pengembangan produk kreatif, pemasaran digital, hingga penyusunan model bisnis.
“Potensi di SMK ini sangat besar. Dengan sentuhan ekonomi kreatif, produk TEFA bisa menjadi sumber pendapatan bagi sekolah dan siswa. Guru adalah kunci utama, sehingga peningkatan kapasitas mereka sangat penting,” ujar Yeni membuka kegiatan.
UWP melatih guru SMK Gresik untuk memperkuat Teaching Factory berbasis ekonomi kreatif. Program PKM ini membekali guru dengan keterampilan digital, branding, hingga penyusunan business plan. Foto iNewsSurabaya/ist
Kepala SMK Hidayatul Ummah, Yulistiana, S.Kom., M.Pd., menyambut baik pelatihan ini. Ia mengakui bahwa selama ini sekolah lebih banyak fokus pada sisi produksi, sementara pemasaran dan pengemasan belum tergarap optimal.
“Dengan ilmu dari UWP, kami mendapat strategi baru. Tidak hanya soal membuat produk, tetapi juga bagaimana produk itu dikenal dan diminati masyarakat,” ungkapnya.
Para guru juga mengikuti workshop praktik untuk menyusun ulang business plan setiap unit TEFA. Mahasiswa UWP turut memberikan ide kreatif, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital dan media sosial untuk promosi.
Program PKM ini tidak berhenti pada pelatihan saja. Tim UWP berkomitmen melakukan pendampingan lanjutan agar materi yang disampaikan benar-benar diterapkan di sekolah.
“Ini adalah bagian dari komitmen Tri Dharma Perguruan Tinggi UWP, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap kerja sama ini terus berjalan agar pendidikan vokasi semakin kuat dan mampu bersaing,” tutup Yeni.
Kegiatan yang dimulai sejak September 2025 itu ditutup dengan penandatanganan berita acara serah terima barang dan rencana tindak lanjut—sebuah langkah awal menuju kemitraan yang saling menguntungkan antara UWP dan sekolah-sekolah vokasi di Gresik.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
