TPS Catat Lonjakan Arus Peti Kemas Internasional, Koreksi Domestik Dipicu Ketidakseimbangan Kapal

Arif Ardliyanto
Pertumbuhan arus peti kemas internasional TPS naik 8,5%, namun throughput total terkoreksi karena ketidakseimbangan volume dan ship’s call domestik. Foto iNewsSurabaya/ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menutup Oktober 2025 dengan performa kuat di sektor internasional. Arus peti kemas internasional tumbuh 8,5% secara month-on-month, menjadi 138 ribu TEUs, yang sekaligus menjadi capaian tertinggi dalam sepuluh bulan terakhir. Namun, di tengah tren positif tersebut, throughput total justru sedikit terkoreksi akibat tekanan di layanan domestik.

Secara tahunan, periode Januari–Oktober 2025 menunjukkan arus peti kemas internasional mencapai 1,25 juta TEUs, naik 0,68% dibanding tahun lalu. Akan tetapi, jika menggabungkan ekspor-impor dengan segmen domestik, throughput keseluruhan justru turun tipis 0,24%, dari 1,31 juta TEUs menjadi 1,30 juta TEUs.

Penurunan ini bukan disebabkan melemahnya permintaan, melainkan unbalancing pada layanan domestik. Volume peti kemas tidak sebanding dengan jumlah ship’s call, sehingga penggunaan dermaga domestik menjadi kurang optimal. Kondisi ini membuat aliran kargo domestik tidak sekuat segmen internasional.

Dengan kata lain, koreksi year-on-year pada throughput lebih disebabkan oleh ketidakseimbangan antara jumlah kapal dan volume angkutan domestik, bukan karena turunnya aktivitas di pasar global.

Sementara itu, perdagangan luar negeri menunjukkan pergerakan stabil. Ekspor: naik 0,88% menjadi 620 ribu TEUs, Impor: naik 0,48% menjadi 633 ribu TEUs

Komposisi ekspor-impor juga tetap sama seperti tahun sebelumnya, dengan porsi 49% ekspor dan 51% impor.

TPS juga mencatat kenaikan kunjungan kapal sebesar 3,93%, dari 1.018 menjadi 1.058 kunjungan. Peningkatan ini menjadi bukti membaiknya reliabilitas layanan terminal.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menyebut pertumbuhan ini sebagai tanda kepercayaan kuat dari pengguna jasa terhadap kualitas pelayanan TPS.

Pujian juga datang dari Wakil Ketua Umum ALFI Jatim, Husni, yang menilai pelayanan bongkar muat, receiving, hingga delivery semakin rapi dan efisien. Meski demikian, pelaku usaha masih berharap percepatan proses receiving-delivery serta penguatan integrasi sistem IT. 

Untuk menjawab tantangan ini, TPS tengah mempercepat elektrifikasi 22 unit RTG, menambah 3 reach stacker, serta melakukan deployment 14 e-RTG baru secara bertahap. Langkah tersebut diharapkan memperkuat produktivitas lapangan penumpukan.

SVP Komersial dan Pengembangan Bisnis TPS, Bayu Setyadi, menegaskan peningkatan fasilitas ini merupakan bagian dari strategi TPS untuk menjaga standar layanan sekaligus memperkuat daya saing.

Selama Januari–Oktober 2025, produktivitas bongkar muat TPS mencatat 52 box/ship/hour, di atas standar minimum Kementerian Perhubungan (48 box/ship/hour). Dengan performa tersebut, TPS mempertahankan pangsa pasar 83% di Pelabuhan Tanjung Perak untuk layanan peti kemas internasional.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network