Modernisasi Radiologi RSPAL Surabaya: Integrasi Digital untuk Pelayanan Lebih Efisien

Fahrezi Chandra
Layanan radiologi di banyak rumah sakit kini bergerak menuju sistem digital. Foto: Atha

RSPAL Surabaya memanfaatkan berbagai modalitas pencitraan medis untuk diagnosis:

  • X-Ray: pemeriksaan tulang, toraks, hingga evaluasi cedera.
  • Panoramic Dental X-Ray: menampilkan struktur rahang dan gigi secara menyeluruh.
  • CT Scan: memberikan gambaran potongan tubuh untuk trauma, stroke, infeksi, dan kelainan organ.
  • MRI: unggul untuk melihat jaringan lunak, otak, dan sistem saraf tanpa paparan radiasi.
  • USG: digunakan untuk kehamilan dan pemeriksaan organ dalam dengan gelombang suara frekuensi tinggi.

Radiografer memastikan posisi pasien benar, menjelaskan prosedur, dan menyesuaikan teknik pencitraan sesuai kondisi klinis.

Transformasi paling signifikan terlihat pada sistem hasil pemeriksaan. Seluruh citra radiologi kini langsung tersimpan dalam jaringan komputer rumah sakit, dapat diakses oleh dokter tanpa menunggu cetakan.

“Paperless ini bukan sekadar mengganti film dengan layar monitor. Sistem ini membuat komunikasi klinis lebih cepat, dokter tidak perlu menunggu pasien membawa hasil fisik. Semua langsung muncul di dashboard mereka,” jelas Atha.

Dokter radiologi meninjau citra, membuat laporan digital, lalu mengunggahnya ke sistem sehingga dokter perujuk bisa menindaklanjuti diagnosis pada kunjungan berikutnya.

Modernisasi alur pemeriksaan mempersingkat proses tanpa mengurangi ketelitian. Pasien tidak perlu kembali hanya untuk mengambil hasil cetak, sementara tenaga medis lebih mudah menelusuri riwayat pemeriksaan dan menghindari duplikasi tindakan.

“Dari pengamatan saya, sistem digital ini mengurangi risiko kesalahan pencatatan sekaligus menekan potensi antrean. Radiologi itu kerja dengan presisi, dan digitalisasi sangat membantu menjaga ketelitian itu,” ujar Atha.

Dengan integrasi teknologi pencitraan modern, rujukan elektronik, dan sistem paperless, RSPAL Surabaya menunjukkan bagaimana transformasi digital mampu memperbaiki mutu pelayanan kesehatan, mempercepat diagnosis, dan meningkatkan kenyamanan pasien.

Penulis

Atha Ramadhani Setiawan ( Mahasiswa Prodi Teknologi Radiologi Pencitraan Unair )

Editor : Arif Ardliyanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network