Profesi Teknisi Gigi Langka Tapi Menjanjikan, Peluang Karier Terbuka Lebar di Indonesia

Fahrezi Chandra
Tugas teknisi gigi mencakup pembuatan gigi tiruan lepasan maupun permanen, prostesis wajah seperti mata buatan, hingga alat ortodonti untuk merapikan gigi. Foto: Ayni

Proses kerjanya bersifat kolaboratif. Dokter gigi akan memberikan spesifikasi detail kepada teknisi gigi, mulai dari bentuk, warna, hingga ukuran gigi tiruan yang dibutuhkan. Setelah protesa selesai dibuat, teknisi menyerahkannya kepada dokter gigi untuk dipasang ke pasien.

Hubungan kerja ini menunjukkan bahwa perawatan gigi yang berkualitas lahir dari kerja sama tim medis, bukan hanya hasil kerja dokter gigi semata.

Untuk menjadi teknisi gigi, seseorang harus menempuh pendidikan formal setingkat Diploma III (D3) atau Diploma IV (D4) Teknologi Kesehatan Gigi. Beberapa perguruan tinggi dan politeknik di Indonesia menyediakan program ini, salah satunya Universitas Airlangga dengan program D4 di Fakultas Vokasi.

Perbedaan D3 dan D4 terletak pada kedalaman materi dan prospek karier. Program D4 menawarkan pembelajaran yang lebih kompleks, ditujukan untuk mendukung praktik dokter gigi spesialis. Lulusan D4 juga memiliki kesempatan melanjutkan studi ke jenjang S2 di program spesialis kedokteran gigi tertentu.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network