38 Sekolah di Malang Raya Direvitalisasi, Khofifah Tekankan Sarpras Pendidikan Layak

Lukman Hakim
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (tengah), didampingi Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai (kanan) meresmikan sarana dan prasarana hasil rehabilitasi dan revitalisasi pada 38 sekolah di wilayah Malang Raya. Foto : Surabaya.iNews.id/ist.

MALANG, iNewsSurabaya.id – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa meresmikan sarana dan prasarana hasil rehabilitasi dan revitalisasi pada 38 sekolah di wilayah Malang Raya. Peresmian digelar di Halaman SMK Negeri 2 Singosari, Kabupaten Malang, Jumat (2/1/2025). 

Sebanyak 38 sekolah tersebut terdiri atas 23 SMK Negeri dan swasta dengan sembilan menu bantuan, 12 SMA Negeri dan swasta dengan sembilan menu bantuan, serta tiga SLB Negeri dengan tujuh menu bantuan. Program ini mencakup rehabilitasi dan revitalisasi berbagai fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar.

Secara rinci, sekolah penerima program antara lain SMKN 2 Singosari Kabupaten Malang, SMKN 12 Malang, SMKN 13 Malang, SMKN 1 Ampelgading, SMKN 1 Kepanjen Kabupaten Malang, SMKN Wonosari, SMAN 3 Malang, SMAN 6 Malang, SMAN 7 Malang, SMAN 8 Malang, SMAN 10 Malang. 

Dilanjutkan SMAN 1 Lawang, SMAN 1 Ngantang Kabupaten Malang, SLB A,B,D Negeri Kedungkandang Kota Malang, SLB C Autis Negeri Kedungkandang Kota Malang, SLBN Pembina Tingkat Nasional Bagian C Malang, SMKS PGRI 3 Malang, SMKS Muhammadiyah 1 Malang, SMKS Wiyata Husada, SMKS Islam An Nuuru Tirtoyudo.

Selanjutnya, SMKS NU Miftahul Huda Kepanjen, SMK Cendekia Madinah Dampit, SMK Al Alaa Madinatul Al Munawaroh, SMKS Assalam Bantur, SMKS Muhammadiyah 5 Kepanjen, SMKS Miftahul Ulum Pagelaran, SMKS Cendekia Bangsa Kepanjen, SMKS Islam Donomulyo, SMKS Islam Kalipare.

Kemudian, SMK Nahdlatul Ulama Donomulyo, SMKS Islam Ahmad Yani Ngantang, SMAS Muhammadiyah 1 Malang, SMAS Ibnu Sina Malang, SMAS Islam Al Ikhlas Kasembon Kab. Malang, SMAS Islam Al Hikmah Tajinan Kab. Malang. Serta tiga SLB Negeri.

Khofifah mengatakan bahwa program rehabilitasi dan revitalisasi ini merupakan komitmen pemerintah dalam menghadirkan sarana dan prasarana pendidikan yang layak, aman, nyaman, dan inspiratif bagi peserta didik.

“Ini adalah wujud nyata komitmen Pemerintah menyiapkan sarpras yang lebih layak serta menciptakan ruang belajar yang aman nyaman inspiratif bagi peserta didik," ujarnya.

Khofifah menjelaskan, sebagian besar bantuan difokuskan pada perbaikan fasilitas dasar, seperti toilet dan sanitasi, ruang kelas, hingga laboratorium. Menurutnya, kualitas sarana prasarana sekolah, termasuk fasilitas pendukung seperti kamar mandi, menjadi bagian penting dari mutu layanan pendidikan

“Ini sebagian besar antara lain untuk kamar mandi atau toilet. Jadi ruang kelas, ruang kelas ada kamar mandi. Kita berharap seluruh sekolah kita kualitas sarprasnya makin membaik,” katanya. 

Khofifah pun mengajak seluruh kepala sekolah dan insan pendidikan untuk tancap gas di awal tahun 2026. Khususnya dalam memperkuat sektor pendidikan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia

“Memasuki awal tahun 2026, pendidikan Jatim diarahkan untuk semakin berkarakter dan berdampak nyata bagi masa depan generasi. Ini ikhtiar untuk memperkuat fondasi pendidikan Jatim,” tambahnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jatim Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa program rehabilitasi dan revitalisasi ini merupakan langkah transformasi pendidikan di Jatim agar semakin berdampak.

“Ini adalah lompatan transformasi untuk pendidikan Jatim yang berdampak. Ikhtiar mendorong peningkatan kualitas pendidikan lewat renovasi maupun revitalisasi sarana prasarana,” kata Aries.

Khusus di Malang Raya, Aries mengatakan, program rehabilitasi dan revitalisasi fisik dengan sembilan menu bantuan di 23 SMK Negeri dan Swasta serta 12 SMA Negeri dan Swasta. Serta tujuh menu bantuan diberikan pada 3 SLB Negeri. 

“Adapun bantuan ini mulai dari toilet, lab IPA, lab Komputer, ruang praktik siswa, ruang BP, ruang OSIS, ruang kelas, ruang UKS hingga alat praktik. Untuk SLB diberikan pembangunan RKB, toilet, ruang administrasi, selasar, rehab ruang serbaguna, rehab ruang kelas dan ruang pembelajaran khusus,” katanya. 

Aries menyampaikan tahun 2026, Gubernur Khofifah tetap berkomitmen memberikan bantuan perbaikan sarana prasarana sekolah di beberapa sekolah. Sebab, masih banyak sekolah yang rusak serta kekurangan alat praktik, baik vokasi maupun laboratorium. “Sehingga tetap mendapatkan porsi perbaikan walaupun ada efisiensi anggaran,” terangnya.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network