Isu Super Flu Mencuat, Ini Langkah Antisipasi Pemkot dan Dinkes Surabaya

Arif Ardliyanto
Pemkot dan Dinkes Surabaya menjelaskan langkah antisipasi menghadapi isu super flu, mulai dari skrining kesehatan hingga penguatan layanan puskesmas. Foto Surabaya.iNews.id/tangkap layar

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina. Ia memastikan hingga saat ini belum ada pasien terkonfirmasi terpapar virus super flu di Surabaya. Namun, upaya pencegahan terus dilakukan secara aktif dan berkelanjutan.

“Pemantauan kasus ISPA dan influenza kami perkuat di seluruh fasilitas layanan kesehatan. Puskesmas dan rumah sakit juga kami minta meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk penerapan standar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi,” jelas Nanik.

Tak hanya itu, edukasi kesehatan terus digencarkan, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis. Dinkes Surabaya juga menggandeng berbagai pihak, mulai dari rumah sakit rujukan, kecamatan, kelurahan, kader kesehatan, hingga Kantor Kesehatan Pelabuhan dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Menurut Nanik, sistem deteksi dini dan pelaporan cepat telah berjalan optimal. Setiap kasus penyakit pernapasan dicatat dan dianalisis setiap hari untuk memantau potensi peningkatan di wilayah tertentu.

“Jika ditemukan gejala flu yang berat atau tidak biasa, fasilitas kesehatan wajib melakukan skrining lanjutan dan melaporkannya dalam waktu kurang dari 24 jam,” ujarnya.

Terkait istilah super flu yang ramai diperbincangkan, Nanik menegaskan bahwa istilah tersebut bukan terminologi medis resmi. Istilah itu umumnya digunakan untuk menggambarkan influenza atau ISPA dengan gejala lebih berat atau penyebaran yang cepat di masyarakat.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam mendadak, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, hingga tubuh terasa lemas. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

“Jika gejala tidak membaik atau terasa berat, segera periksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit. Tetap terapkan perilaku hidup bersih dan sehat, etika batuk dan bersin, serta jaga daya tahan tubuh,” imbaunya.

Sebagai catatan, Kementerian Kesehatan RI sebelumnya melaporkan adanya 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K hingga akhir Desember 2025 di delapan provinsi. Namun, Kemenkes memastikan kondisi tersebut masih terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan jenis influenza lainnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network