Tak berhenti pada sektor flora, Lapas Banyuwangi juga mengintegrasikan program pembinaan dengan budidaya perikanan. Warga binaan diajarkan teknik pemeliharaan berbagai jenis ikan dengan metode yang tepat agar menghasilkan panen berkualitas, sehat, dan sesuai standar pasar.
Menariknya, hasil dari pembinaan ini tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga dipasarkan kepada masyarakat. Dengan demikian, lapas tidak sekadar menjadi tempat menjalani hukuman, melainkan ruang produktif yang memberi manfaat ekonomi.
“Harapannya, Lapas Banyuwangi bisa menjadi tempat yang benar-benar produktif, bukan hanya dari sisi pembinaan, tetapi juga kontribusi nyata,” ungkap Wayan.
Program ini menjadi bukti bahwa sistem pemasyarakatan modern tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada pembangunan keterampilan dan masa depan warga binaan. Dengan bekal keahlian di bidang agribisnis dan perikanan, para warga binaan diharapkan mampu bangkit, mandiri, dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih berdaya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
