Kepala SMP Wijaya Putra, Roto Kirono, S.Pd., menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan layanan pendidikan yang setara bagi seluruh peserta didik. Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang tumbuh yang ramah bagi setiap anak, tanpa terkecuali.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua anak, termasuk siswa penyandang disabilitas. Dukungan fasilitas, guru, serta teman-teman merupakan bagian dari komitmen kami sebagai sekolah ramah inklusi,” ujar Roto.
Lebih dari sekadar pemenuhan hak pendidikan, keberadaan siswa ABK di SMP Wijaya Putra juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi siswa lainnya. Mereka belajar tentang empati, kepedulian, dan pentingnya menghormati perbedaan sejak dini.
Melalui konsistensi membangun iklim inklusif, SMP Wijaya Putra berharap dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan kesetaraan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
