SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Di tengah persaingan global pendidikan tinggi yang kian ketat, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya memilih memperkuat fondasi dari dalam. Bukan sekadar mengejar status akreditasi, kampus ini menata ulang sistem penjaminan mutu internal agar kualitas sumber daya manusia—khususnya tenaga pendidik—benar-benar siap bersaing di level nasional hingga internasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi strategis dengan Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) Provinsi Jawa Timur. Bersama sejumlah perguruan tinggi di Surabaya, Untag Surabaya menggelar Workshop Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang menjadi ruang belajar bersama untuk memperkuat tata kelola mutu kampus.
Workshop bertajuk “Best Practice Keselarasan Implementasi SPMI dengan Instrumen Akreditasi LAM INFOKOM 2.1” itu menyoroti satu pesan utama: mutu tidak bisa dibangun secara instan. Ia harus disusun melalui standar yang jelas, indikator terukur, dan komitmen berkelanjutan dari seluruh elemen kampus.
Wakil Rektor I Untag Surabaya, Rr. Amanda Pasca Rini, menegaskan bahwa penguatan SPMI merupakan langkah paling mendasar sebelum perguruan tinggi melangkah ke tahapan administratif akreditasi. Menurutnya, banyak kampus terjebak pada penyusunan dokumen tanpa terlebih dahulu memastikan sistem mutunya berjalan kokoh.
“SPMI ini yang harus kita benar-benar perkuat dulu sebelum melangkah lebih jauh menyusun LKPS dan LED. Harapannya, setelah SPMI tertata dengan baik, perguruan tinggi bisa terakreditasi Unggul, minimal tiga tahun, dan syukur-syukur lima tahun,” ujarnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
