Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Kepala Dinas Sosial, Bapak Puguh. Beliau mengapresiasi sinergi ini dan berkomitmen untuk mendukung pengembangan jejaring, perizinan, hingga promosi layanan agar Rumah Berdaya dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Di balik program ini, terselip kisah inspiratif dari Abi, seorang pemuda berusia 28 tahun yang kehilangan penglihatannya akibat glaukoma saat remaja. Perjuangan Abi untuk bangkit dan bekerja sebagai terapis rumahan demi memenuhi kebutuhan hidup kini mendapat angin segar melalui program ini. Abi adalah salah satu potret nyata dari misi kemandirian yang ingin diwujudkan oleh Amgala Foundation dan BMM.
Peresmian ini diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya ekosistem pemberdayaan disabilitas yang berkelanjutan di Banyuwangi. Kedepannya, program ini akan memperkuat kemitraan dengan fasilitas kesehatan, perhotelan, hingga sektor pariwisata lokal agar layanan pijat tuna netra semakin dikenal luas dan memiliki daya saing yang tinggi.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
