Transformasi Pemasaran Berubah, Begini Cara UMKM Bisa Naik Kelas di Era Digital

Hendro Djatmiko
Perkembangan teknologi mendorong UMKM memanfaatkan influencer marketing. Tantangan transparansi dan akuntabilitas menjadi sorotan dalam ekosistem digital. Foto Surabaya.iNews.id/hendro

Tak hanya berbasis performa, platform tersebut juga menerapkan mekanisme escrow—penahanan dana sementara hingga pekerjaan dinyatakan selesai sesuai kesepakatan.

Co-Founder Arief Maulana menjelaskan bahwa pembayaran kepada kreator dilakukan otomatis setelah target terpenuhi. Seluruh proses tercatat dalam sistem sehingga lebih tertib dan transparan.

Langkah ini dinilai penting untuk membangun kepercayaan di ekosistem influencer marketing yang terus berkembang. Sebab selama ini, potensi sengketa antara brand dan kreator sering terjadi akibat kurangnya dokumentasi dan standar pelaporan yang jelas.

Digitalisasi UMKM memang menjadi agenda strategis pemerintah. Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan jumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia terus meningkat. Namun belum semuanya mampu memanfaatkan pemasaran digital secara optimal.

Hambatan yang kerap muncul antara lain rendahnya literasi digital, kesulitan membaca data performa kampanye, hingga keterbatasan akses terhadap mitra promosi yang kredibel.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Lia Istifhama, menilai inovasi berbasis teknologi seperti ini dapat menjadi bagian dari solusi.

“Transparansi dan kemudahan akses menjadi kunci agar pelaku UMKM berani masuk ke pemasaran digital,” ujarnya.

Ke depan, penguatan literasi digital bagi UMKM dan kreator konten menjadi pekerjaan rumah bersama. Di era ketika konten dapat menggerakkan opini dan keputusan belanja dalam hitungan detik, tata kelola yang akuntabel menjadi fondasi utama.

Influencer marketing bukan lagi sekadar tren, tetapi telah menjadi bagian dari strategi bisnis modern. Dengan sistem yang lebih transparan, terukur, dan terlindungi, pelaku UMKM diharapkan semakin percaya diri menembus pasar digital—bahkan melampaui batas kota dan provinsi.

Surabaya hari itu bukan hanya menjadi lokasi peluncuran sebuah platform, tetapi juga saksi semangat baru: bahwa teknologi, jika dikelola dengan baik, bisa menjadi jembatan bagi usaha kecil untuk tumbuh lebih besar di panggung digital Indonesia.

Editor : Arif Ardliyanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network