Permohonan Maaf dan Janji Ganti Rugi
Merespons gelombang protes tersebut, Kepala SPPG Jogoroto, Suprayogi, akhirnya angkat bicara. Ia mengakui bahwa menu yang dikirimkan memang berupa singkong rebus dan porsinya terlalu kecil. Suprayogi berdalih hal tersebut terjadi karena adanya kendala teknis di lapangan.
"Kami memohon maaf atas porsi yang kecil dan nilai makanan yang terlalu murah. Ini murni kesalahan teknis, dan kami berjanji akan mengganti rugi dengan memberikan menu tambahan pada hari berikutnya," jelas Suprayogi sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Kini, para orang tua dan pihak sekolah mendesak pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan terhadap pihak penyedia jasa makanan. Mereka berharap kejadian serupa tidak terulang kembali, mengingat tujuan utama program MBG adalah untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan kecerdasan generasi masa depan, bukan sekadar formalitas pengadaan makanan murah.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
