MALANG, iNewsSurabaya.id — Suasana haru menyelimuti Stadion Kanjuruhan, Malang, saat ratusan calon pesepak bola muda memulai langkah mereka menuju mimpi menjadi pemain profesional. Sebelum mengikuti seleksi terbuka Banteng Jatim FC U-17, para peserta diajak berhenti sejenak untuk mengenang para korban Tragedi Kanjuruhan melalui prosesi tabur bunga, Minggu (8/3/2026).
Kegiatan penghormatan tersebut menjadi pembuka seleksi pemain muda yang digelar DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Prosesi itu dipimpin Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda dan Olahraga DPD PDI Perjuangan Jatim yang juga Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
Bagi panitia, momen tersebut bukan sekadar seremoni. Para peserta yang datang dari berbagai daerah di Jawa Timur diajak memahami bahwa sepak bola bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Manajer Banteng Jatim FC U-17, Daniel Rohi, mengatakan kegiatan tabur bunga sengaja dilakukan agar para pemain muda tidak melupakan sejarah kelam yang pernah terjadi di stadion tersebut.
“Sepak bola bukan sekadar kompetisi. Ada nilai persaudaraan dan kemanusiaan yang harus dijaga. Karena itu sebelum seleksi dimulai, kami mengajak para peserta mengenang para korban Tragedi Kanjuruhan,” ujar Daniel.
Sebagaimana diketahui, Kanjuruhan Stadium Disaster pada 1 Oktober 2022 menjadi salah satu tragedi paling memilukan dalam sejarah sepak bola Indonesia.
Insiden yang terjadi usai pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya tersebut menyebabkan lebih dari 130 orang meninggal dunia serta ratusan lainnya mengalami luka-luka.
Kenangan pahit itu masih terasa bagi banyak orang, terutama masyarakat Malang. Karena itu, panitia seleksi memilih memulai kegiatan dengan refleksi kemanusiaan agar generasi muda memahami pentingnya menjaga sportivitas dan keselamatan dalam sepak bola.
Setelah prosesi tabur bunga selesai, seleksi pemain Banteng Jatim FC U-17 langsung dimulai. Antusiasme peserta terlihat sangat besar. Ratusan pemain muda memadati lapangan Stadion Kanjuruhan untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Daniel Rohi menjelaskan bahwa seleksi ini merupakan bagian dari program penjaringan talenta muda yang diproyeksikan memperkuat tim Banteng Jatim FC U-17.
“Kami ingin menjaring talenta-talenta muda terbaik dari Jawa Timur, terutama dari Malang dan sekitarnya,” katanya.
Para peserta dinilai oleh tim pelatih profesional berdasarkan berbagai aspek, mulai dari teknik dasar, kemampuan fisik, hingga pemahaman taktik permainan.
Pemain yang dinilai memiliki potensi besar akan masuk dalam program pembinaan Banteng Jatim FC U-17 sebagai persiapan menghadapi Soekarno Cup 2026.
Sementara itu, Asisten Manajer Banteng Jatim FC U-17, Eri Irawan, menyebut seleksi tahun ini mendapat sambutan luar biasa dari para pemain muda.
“Hingga hari ini sudah ada sekitar 1.000 pendaftar yang mengikuti proses seleksi,” ujarnya.
Menurut legislator DPRD Kota Surabaya tersebut, Jawa Timur sejak lama dikenal sebagai salah satu daerah yang melahirkan banyak pesepak bola berbakat di Indonesia.
“Jawa Timur ini gudangnya talenta sepak bola. Peserta yang datang menunjukkan kualitas permainan yang sangat baik di berbagai posisi,” kata Eri.
Ia memastikan proses seleksi dilakukan secara profesional dengan melibatkan pelatih berpengalaman agar penilaian terhadap para peserta berjalan objektif.
Manajemen Banteng Jatim FC berharap seleksi terbuka ini dapat melahirkan pemain-pemain muda berbakat yang akan menjadi tulang punggung tim U-17 dalam menghadapi Soekarno Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Surabaya pada Juli mendatang.
Namun pembinaan yang disiapkan tidak hanya berfokus pada prestasi di lapangan.
Program pelatihan juga dirancang untuk membentuk karakter para pemain muda, mulai dari kedisiplinan, kerja sama tim, hingga semangat kebangsaan.
Melalui proses ini, Banteng Jatim FC ingin melahirkan generasi baru pesepak bola dari Jawa Timur yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam olahraga.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
