Menurut Anwar, momentum bulan suci menjadi pengingat bagi Pegadaian untuk terus memperkuat nilai kepedulian terhadap masyarakat.
“Ramadan adalah waktu yang tepat untuk berbagi. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit membantu para korban sekaligus menjadi bentuk kepedulian kami kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kantor Wilayah XII Surabaya, Ahmad Zaenudin, menegaskan bahwa kepercayaan nasabah merupakan prioritas utama yang harus dijaga.
Dia memastikan perusahaan akan bertanggung jawab dan menyelesaikan persoalan tersebut melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat. Proses penyelesaian kasus ini akan dilakukan secara terbuka dan bertanggung jawab,” ujar Ahmad Zaenudin.
Dia juga mengapresiasi sikap para korban yang memilih jalur dialog sehingga permasalahan dapat diselesaikan secara kondusif tanpa memperkeruh situasi.
Bagi para korban, langkah komunikasi terbuka yang dilakukan Pegadaian menjadi angin segar setelah sempat dihantui ketidakpastian. Mereka berharap proses penyelesaian kerugian benar-benar berjalan sesuai kesepakatan dan kejadian serupa tidak kembali terulang.
Dengan adanya kesepakatan tersebut, Pegadaian menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan terhadap agen, meningkatkan kualitas pelayanan, serta terus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan Pegadaian Syariah.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
