Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya, Ahmad Zaenudin, menegaskan bahwa program mudik gratis merupakan agenda rutin nasional yang digelar setiap tahun.
“Program mudik bareng Pegadaian ini dilaksanakan secara nasional di 12 kantor wilayah. Tahun 2026 ini jumlah pesertanya lebih dari 4.000 orang yang tersebar di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Ia menyebutkan, program ini menjangkau berbagai wilayah mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Bali dan Nusa Tenggara.
Khusus di Jawa Timur, Pegadaian Kanwil XII Surabaya memberangkatkan pemudik dari beberapa titik, termasuk jalur laut dan darat.
“Di Jawa Timur kami sudah memberangkatkan dari Gresik ke Bawean dan Kalianget ke Kangean, semuanya berjalan lancar. Hari ini menjadi puncak keberangkatan dengan rute Surabaya ke Banyuwangi via Jember-Probolinggo serta Surabaya ke Ponorogo via Madiun,” paparnya.
Total lebih dari 300 peserta diberangkatkan dalam gelombang terakhir ini.
Ahmad menambahkan, program ini tidak hanya membantu dari sisi biaya, tetapi juga menciptakan perjalanan yang lebih aman dan penuh kebersamaan.
“Harapannya, masyarakat bisa mudik dengan aman, nyaman, dan penuh kebersamaan. Apalagi satu pendaftar bisa mengajak hingga empat orang anggota keluarga,” ujarnya.
Program mudik gratis Pegadaian bukan hanya soal perjalanan pulang kampung. Di balik itu, ada upaya untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas dengan mendorong penggunaan transportasi bersama.
Antusiasme yang tinggi menjadi bukti bahwa program ini sangat dibutuhkan. Bagi warga seperti Nurlinawati, mudik gratis bukan sekadar fasilitas—melainkan harapan yang nyata untuk bisa berkumpul dengan keluarga di hari raya.
Dan di tengah hiruk-pikuk musim mudik, kebahagiaan sederhana itu kini bisa dirasakan tanpa harus memikirkan biaya perjalanan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
