Jika diperlukan, pemudik disarankan melakukan servis di bengkel terpercaya. Kendaraan yang prima tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga mampu meminimalkan risiko gangguan di tengah perjalanan.
Tak hanya kendaraan, kondisi tubuh juga tak kalah penting. Perjalanan panjang dengan durasi berjam-jam membutuhkan stamina yang prima, terutama bagi pengemudi.
Mengemudi dalam kondisi lelah atau mengantuk sangat berbahaya dan berpotensi menyebabkan kecelakaan. Karena itu, pemudik dianjurkan beristirahat secara berkala di rest area atau tempat aman.
Membawa bekal makanan ringan, air minum, hingga obat-obatan pribadi juga bisa menjadi langkah sederhana untuk menjaga kondisi tetap fit selama perjalanan.
Di sisi lain, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai kebijakan guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026. Melalui Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Kakorlantas Polri, telah diterbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pengaturan lalu lintas dan penyeberangan.
Kebijakan ini diharapkan mampu mengurai kepadatan sekaligus meningkatkan keselamatan para pemudik di jalan.
Suhandi menegaskan, keselamatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga setiap individu di jalan raya.
“Dengan selalu mematuhi rambu lalu lintas, tidak melanggar batas kecepatan, serta tidak menggunakan ponsel saat mengemudi, kita sudah ikut menjaga keselamatan bersama,” tegasnya.
Pada akhirnya, mudik bukan hanya tentang sampai di tujuan, tetapi bagaimana perjalanan itu dilalui dengan selamat. Dengan persiapan yang matang dan sikap berkendara yang tertib, momen pulang kampung bisa menjadi pengalaman yang aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan.
Karena yang paling penting, bukan seberapa cepat tiba di kampung halaman, tetapi bisa sampai dengan selamat untuk merayakan Lebaran bersama orang-orang tercinta.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
