Harga Emas Anjlok ke Rp2,8 Juta, Pembeli Justru Menghilang

Arif Ardliyanto
Harga emas turun justru sepi pembeli di Surabaya. Pegadaian Dinoyo Tangsi ungkap kesalahan fatal masyarakat dalam investasi emas. (Foto: Arif).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Fenomena unik terjadi di tengah pergerakan harga emas. Saat harga melonjak, masyarakat berbondong-bondong membeli. Namun ketika harga justru turun, minat beli malah merosot tajam.

Kondisi ini mendapat sorotan dari Manajer Bisnis Pegadaian Dinoyo Tangsi Surabaya, Gais Nomanto. Ia menilai pola perilaku tersebut kurang tepat jika tujuan masyarakat adalah investasi jangka panjang.

“Selama ini masyarakat Surabaya cenderung FOMO. Saat harga emas naik, mereka ramai-ramai membeli. Tapi saat harga turun, justru sepi pembeli. Cara seperti ini kurang tepat,” ujarnya.

Menurut Gais, logika investasi emas seharusnya berbanding terbalik dengan kebiasaan tersebut. Justru ketika harga mengalami penurunan, itulah momentum terbaik untuk membeli.

“Kalau harga turun, seharusnya dimanfaatkan untuk membeli. Karena peluang mendapatkan keuntungan di masa depan akan lebih besar,” jelasnya.

Ia menambahkan, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang relatif aman di tengah ketidakpastian ekonomi. Namun, strategi pembelian yang keliru dapat membuat potensi keuntungan tidak maksimal.

Saat ini, harga emas di pasaran menunjukkan penurunan. Berdasarkan data terbaru, harga emas Galeri24 untuk ukuran 1 gram berada di angka Rp2.838.000 untuk harga jual, dengan harga buyback Rp2.662.000. Sementara itu, emas Antam dijual seharga Rp2.943.000 per gram, dengan harga buyback Rp2.659.000.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network