Dalam rakor tersebut, disepakati sejumlah langkah strategis, antara lain penguatan satuan tugas (satgas) darat untuk penanganan dini kebakaran, percepatan penyediaan sumber air melalui pembangunan sumur dan distribusi air bersih, serta kemungkinan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca apabila diperlukan.
"Tadi kami sepakat bersama Provinsi Jatim akan segera menggelar apel di semua kabupaten kota termasuk juga peralatan-peralatan yang dibutuhkan," katanya.
Kemudian, mengatasi kekurangan air melalui pembuatan sumur untuk mengalirkan air dari puncak-puncak atau sumber-sumber air yang jauh. Jika memang diperlukan operasi modifikasi cuaca untuk mengisi umbung-umbung serta mengisi kolam-kolam renang karena di satu titik kebakaran sumber airnya juga bisa diambil dari kolam renang.
"Karena prediksi BMKG puncak kemarau Agustus 2026 itu merah semua mulai Madiun sampai Banyuwangi sehingga kita antisipasinya dua pesawat. Sedangkan untuk jumlah unit tergantung kebutuhan nanti di lapangan, tapi intinya berapapun kami siapkan sebagai catatan kalau musim El Nino seluruh Indonesia kita siapkan 50," pungkasnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
