Lebih jauh, ia juga mengajak pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan perusahaan swasta maupun BUMD. Keterlibatan dunia usaha dinilai krusial agar program magang tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar menjadi sarana pembentukan tenaga kerja siap pakai.
“Bukan hanya meningkatkan keterampilan, program ini juga bisa menekan kenakalan remaja, membuka peluang kerja, hingga membantu pengentasan kemiskinan,” tegasnya.
Di tengah ketidakpastian global, termasuk dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah, Perindo tetap optimistis Jawa Timur mampu menjaga stabilitas ekonominya. Kuncinya, menurut Zazuli, terletak pada sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Ia menambahkan, partainya juga terus berkomitmen mendukung sektor riil seperti UMKM, petani, dan nelayan agar tetap produktif di tengah berbagai tantangan.
Bagi banyak anak muda di Jawa Timur, program magang bukan sekadar kegiatan tambahan. Lebih dari itu, ia bisa menjadi pintu pertama untuk meraih masa depan—membuka jalan dari ruang kelas menuju dunia kerja yang sesungguhnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
