Sebagai perbandingan, sejumlah negara di Asia Tenggara juga mulai menaikkan harga BBM sejak akhir Februari 2026. Negara dengan mekanisme pasar penuh seperti Thailand dan Vietnam mengalami lonjakan lebih tajam, terutama pada jenis solar yang berkaitan dengan sektor logistik dan industri.
Sementara itu, Malaysia yang masih memberikan subsidi relatif mampu menahan kenaikan harga. Adapun Singapura mencatat harga BBM tertinggi di kawasan karena tidak menerapkan subsidi serta membebankan pajak energi yang tinggi.
Kondisi ini menunjukkan Indonesia masih berada pada posisi relatif stabil di tengah tekanan global. Kenaikan harga BBM non-subsidi dinilai moderat, sementara BBM bersubsidi tetap menjadi penopang utama dalam menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.
Komparasi harga BBM di ASEAN (Maret 2026):
Indonesia (Pertamina):
- RON 92: Rp12.300
- RON 95: Rp12.900
- RON 98: Rp13.100
- Solar subsidi: Rp6.800
- Dexlite: Rp14.200
- Pertamina Dex: Rp14.500
Malaysia:
- RON 95: ± Rp8.500 – Rp11.400
- RON 97: ± Rp13.000
- Solar: ± Rp10.000 – Rp11.500
Singapura:
- RON 95: ± Rp45.000
- RON 98: Rp52.000 – Rp55.000
- Solar: ± Rp45.000 – Rp47.000
Thailand:
- RON 92: ± Rp23.000
- RON 95: ± Rp23.000 – Rp24.000
- Solar: ± Rp17.000
Vietnam:
- RON 92: ± Rp22.000 – Rp25.000
- RON 95: ± Rp25.000+
- Solar: ± Rp20.000 – Rp21.000+
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
